RADARMAGELANG.ID, Magelang– Tim Pengabdian Kemitraan Masyarakat (PKM) dari Universitas Tidar (Untidar) melaksanakan workshop bertema “Implementasi Buku Digital Berlatar Budaya dan Sastra Lokal sebagai Media Literasi Berwawasan Multikultural” di SMP Negeri 3 Secang, Kabupaten Magelang, Selasa (14/10/2025).
Tim PKM diketuai oleh Dr. Linda Eka Pradita, S.Pd., M.Pd dengan anggota Restu Rakhmawati, S.Kom., M.Kom., Dr. Arif Setyawan, S.Hum., M.Pd., Sadar Kurnia Zendrato, dan Claudia In'am Haya Alimah.
Kegiatan diikuti para siswa dan guru ini berasal dari dana DIPA Pengabdian skema pengabdian unggulan universitas tahun anggaran 2025.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi peserta didik sekaligus menanamkan nilai karakter melalui pengenalan budaya lokal menggunakan media buku digital.
Program pengabdian tersebut juga mencakup pelatihan guru dalam pemanfaatan buku digital, pendampingan membaca kreatif, serta pembentukan komunitas literasi sekolah.
Sementara dalam workshop, peserta diajak mengenal buku digital yang memuat cerita rakyat, legenda daerah, dan karya sastra lokal yang dikembangkan sebagai bahan literasi berbasis kearifan budaya.
Tidak hanya membaca, siswa juga diajak berdiskusi nilai budaya, melakukan story retelling, dan membuat ringkasan digital sebagai produk literasi.
Ketua tim pengabdian Dr. Linda Eka Pradita, M.Pd menjelaskan bahwa penggunaan buku digital berbasis budaya lokal mampu meningkatkan minat baca siswa karena dekat dengan kehidupan mereka.
Dengan program ini, diharapkan siswa dapat meningkatkan kemampuan literasi membaca secara fungsional, sekaligus menumbuhkan kebanggaan terhadap budaya lokal serta memupuk sikap toleransi dan multikulturalisme dalam kehidupan sehari-hari.
“Pendekatan budaya terbukti membuat literasi lebih menyenangkan dan bermakna. Selain meningkatkan kemampuan membaca, kegiatan ini juga menanamkan wawasan multikultural dan kecintaan terhadap budaya daerah,” ungkapnya.
Kepala SMPN 3 Secang Drs. Agus Setianta Wahyudi, M.Pd menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan kegiatan ini karena sejalan dengan penguatan program literasi sekolah.
“Literasi digital berbasis budaya lokal sangat penting dalam pendidikan karakter. Kami berharap kerja sama dengan Universitas Tidar dapat berlanjut,” ujarnya.
Integrasi budaya lokal dalam pembelajaran Bahasa Indonesia merupakan upaya strategis untuk menghubungkan keterampilan berbahasa dengan penguatan karakter dan identitas kebangsaan.
Melalui pemanfaatan teks, proyek, dan kegiatan berbasis budaya daerah, peserta didik tidak hanya belajar memahami struktur dan makna bahasa, tetapi juga menumbuhkan kesadaran terhadap keberagaman nilai dan tradisi di lingkungannya.
Pembelajaran yang berakar pada budaya lokal membantu siswa mengenali jati diri, menghargai perbedaan, serta mengembangkan sikap toleran dan empatik terhadap sesama.
Dengan demikian, pembelajaran Bahasa Indonesia tidak hanya menghasilkan peserta didik yang pandai membaca dan menulis secara linguistik, tetapi juga secara multikultural mampu berinteraksi secara terbuka, menghormati perbedaan, dan berkontribusi dalam menjaga harmoni kebinekaan bangsa.
Kegiatan ditutup dengan testimoni penggunaan buku digital oleh tim pengabdian untuk mendukung pembelajaran berkelanjutan.
Program ini menjadi bagian dari komitmen Universitas Tidar dalam pengabdian masyarakat melalui bidang pendidikan dan pengembangan literasi budaya. (web/dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo