RADARMAGELANG.ID, Magelang – Kampung Habitat Bogeman, Kelurahan Panjang, digadang Pemkot Magelang menjadi percontohan pengelolaan sampah dan sanitasi di Kota Magelang.
Sebab ekonomi masyarakat setempat terbukti meningkat, setelah mampu mengelola sampah dengan baik.
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menyampaikan, pengelolaan sampah linier dengan pengelolaan sanitasi. Jika keduanya dikelola dengan baik, ia yakin akan tercipta lingkungan yang sehat, masyarakat berdaya.
“Kami dorong program itu linier dengan tematik yang ada, contohnya kami akan mengadakan setiap rumah ada bak sampah, dan gerobak sampah juga akan kita betulkan. Nantinya, tidak akan satu lubang saja, ada dua untuk (sampah) kering dan basah,” ujar Damar, dalam acara Wali Kota Merangkul di kampung setempat, Kamis (23/10/2025).
Selain itu, sampah organik yang ada bisa dimanfaatkan sebagai pupuk organik bagi tanaman-tanaman di area sekitar Kampung Habitat maupun Kampung Proklim itu sendiri.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Magelang Mahmud Yunus menambahkan, pengelolaan sampah di tingkat masyarakat sangat penting dilakukan, mengingat daya tampung TPSA Banyuurip yang terbatas.
"Kami mengutamakan pengurangan sampah dari sumbernya," imbuhnya.
Saat ini, Kota Magelang memiliki 157 Bank Sampah Unit (BSU) dengan serapan sampah mencapai 1,2 ton per hari.
DLH juga mengembangkamn pengelolaan sampah organik melalui budidaya maggot, kompos di kampung organik, serta edukasi pengelolaan melalui Sekolah Pengelolaan Sampah.
"Kami mendorong perubahan paradigma, dari kumpul di angkut di buang, menjadi dipilah, diangkut, diproses, dan dimanfaatkan kembali agar bernilai ekonomi," ucap Yunus.
Sebagai penguatan, Pemkot Magelang menetapkan Program Makclinge (Magelang Clean Sheet) sebagai program unggulan 2025-2030.
Fokus program ini pada percepatan dan sinkronisasi pengelolaan sampah secara komprehensif untuk meningkatkan kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Informasi yang dihimpun Koran ini, Kampung Habitat Bogeman terletak di RT 4 RW 8 Bogeman Wetan, Kelurahan Panjang, Kecamatan Magelang Tengah, Kota Magelang.
Kampung Habitat ini bermula dari adanya sanitasi yang dibangun di daerah Bogeman, berupa instalasi pengolahan air limbah (IPAL) masyarakat Kelurahan Panjang.
Kemudian atas inisiasi warga dan dukungan pemerintah, area sekitar sanitasi digunakan untuk berbagai hal.
Seperti area berkumpul warga, serta kegiatan produktif, seperti pertanian, peternakan, perikanan, dan pengelolaan IPAL komunal.
“Jadi kampung habitat itu terdiri atas beberapa komunitas atau kegiatan tertentu yang dilakukan dalam satu kelompok,” jelas Rambah Rohim, pengelola Kampung Habitat.
Rambah mengungkapkan banyak manfaat yang dirasakan masyarakat setelah terbentuk Kampung Habitat ini. Paling menonjol terlihat dari pemberdayaan masyarakat dan peningkatan di sektor ekonomi warga.
“Lingkungan sekitar lebih bersih, udara juga segar. Karena lingkungan terjaga dan terawat. Sehingga banyak sekali manfaat yang dirasakan dengan Kampung Habitat ini,” pungkasnya. (mg2/put/aro)
Editor : H. Arif Riyanto