Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Waspadai Hujan Disertai Angin Kencang! Ditandai Kemunculan Awan Cumulonimbus

Puput Puspitasari • Selasa, 21 Oktober 2025 | 05:43 WIB
Petugas BPBD Kota Magelang dan tim gabungan melakukan kegiatan kerja bakti menangani tembok roboh di Botton Nambangan, Kelurahan Magelang, Jumat (17/10/2025).
Petugas BPBD Kota Magelang dan tim gabungan melakukan kegiatan kerja bakti menangani tembok roboh di Botton Nambangan, Kelurahan Magelang, Jumat (17/10/2025).

RADARMAGELANG.ID, Magelang – Kota Magelang juga berpotensi diguyur hujan deras disertai angin kencang, seperti yang terjadi di Kabupaten Magelang, Jumat (17/10/2025).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Magelang menyebut ada tanda kemunculan awan cumulonimbus sebelum badai datang.

Penata Penanggulangan Bencana Ahli Muda Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Magelang Siska Sri Yoga menjelaskan secara kasat mata awan cumulonimbus bisa dikenali. Yakni, awan yang berwarna gelap pekat. “Tebal dan menggumpal,” kata Yoga—sapaan akrabnya, Senin (21/10/2025).

Terbentuknya awan cumulonimbus juga bisa berpotensi terjadinya hujan es. Hal ini diakibatkan adanya arus udara yang naik dan turun dengan kuat dan cepat. Arus itu yang membuat pembentukan hujan es terjadi. “Karena suhu di awan (cumulonimbus, Red) sangat dingin,” sambutnya.

Yoga mengimbau kepada warga Kota Magelang untuk mewaspadai perubahan cuaca ekstrem saat ini. Berdasarkan prediksi BMKG, wilayah Jawa Tengah memasuki musim penghujan dengan curah hujan tinggi sampai sangat tinggi. Puncak musim hujan ini diprediksi terjadi pada Januari-Februari mendatang.

Adapun bencana yang mungkin timbul seperti angin kencang dan longsor. “Kita sudah mengeluarkan edaran untuk meningkatkan kewaspadaan memasuki musim hujan,” terangnya.

Dalam menghadapi fenomena alam ini, masyarakat diminta untuk melakukan pembersihan drainase, pemangkasan pohon, dan pemeriksaan struktur bangunan secara berkala.

Sebab, sudah ada kejadian dinding yang roboh karena konstruksi rapuh dan berdiri di tanah yang labil. Akibatnya, tembok milik warga Botton Nambangan, RT 01 RW 01 Kelurahan Magelang, itu roboh. Kejadian yang berlangsung pada Jumat (17/10/2025) langsung ditangani oleh tim gabungan.

“Selain karena rapuh dan tanah yang labil, robohnya tembok itu juga dipengaruhi oleh curah hujan yang tinggi disertai angin yang berlangsung beberapa jam,” imbuhnya.

Selain rutin melakukan mitigasi risiko bencana di sekitar rumah, masyarakat juga harus memerhatikan keamanan ketika di luar ruangan. Apabila terjadi hujan deras disertai angin atau petir, maka harus mencari tempat berteduh yang aman.

“Hindari di bawah pohon besar, hindari di lapangan terbuka saat hujan disertai petir, dan jangan berteduh di bawah reklame saat hujan disertai angin kencang,” ucapnya. (put/aro)

 

Editor : H. Arif Riyanto
#awan cumulonimbus #angin kencang #BPBD kota Magelang