RADARMAGELANG.ID, Magelang – Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2025, Ranting Nahdlatul Ulama (NU) Madusari, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang sukses menyelenggarakan rangkaian acara meriah bertajuk “Memperkuatkan Kembali Jati Diri Serta Peran Santri Untuk Tegaknya Agama dan Kemaslahatan Bangsa.”
Event yang berlangsung sejak Jumat (17/10/2025) hingga Minggu (19/10/2025) ini mengajak seluruh santri dan siswa madrasah di Madusari untuk lebih mengenal dan mendalami makna hari yang sangat penting bagi komunitas Nahdlatul Ulama dan peran penting para santri bagi bangsa.
Acara dibagi menjadi tiga bagian utama, dimulai pada Jumat (17/10/2025) dengan HSN Event I. Pada hari pertama ini, diadakan kompetisi lomba paduan suara anak ranting se-Madusari dan dilanjutkan dengan lomba tumpeng Fatayat-Muslimat yang menampilkan kreativitas dan kebersamaan komunitas perempuan NU.
HSN Event II pada Sabtu, (18/10/2025), diisi dengan lomba mewarnai untuk siswa-siswi, lomba adzan yang menampilkan kemampuan baca seruan adzan secara sempurna, serta lomba tartil Al-Qur’an yang menonjolkan kualitas bacaan Al-Qur’an para peserta. Keseluruhan lomba tak hanya mengasah kemampuan peserta, tetapi juga menciptakan semangat kebersamaan.
Puncak acara digelar pada Minggu (19/10/2025), diawali dengan kirab santri yang diikuti oleh seluruh peserta dari berbagai TPQ dan madrasah di Madusari. Para peserta kirab telah berkumpul dan bersiap sejak pukul 07.30 WIB dengan semangat tinggi dan antusiasme yang terpancar dari wajah masing-masing.
Jalan sepanjang rute kirab tampak ramai dipenuhi oleh santri, guru, serta masyarakat sekitar yang ikut menyaksikan dan memberikan dukungan. Berbagai bendera dan atribut khas Nahdlatul Ulama berwarna-warni mengiringi langkah para peserta, menambah suasana semakin hidup dan penuh kegembiraan.
Kirab yang mengambil rute sekitar 500 meter dari Kembangan 2 hingga Balai Desa Madusari ini menjadi momen penuh semangat dan kebersamaan antar elemen masyarakat.
“Acara ini tidak hanya melibatkan NU, tapi juga ada banomnya (badan otonom) seperti Muslimat NU, IPNU/IPPNU, GP Ansor, Fatayat NU, serta melibatkan juga Karang Taruna Desa Madusari,” ujar Ketua Nahdlatul Ulama ranting Madusari, Agus Fahrodin.
Kehadiran seluruh unsur ini menunjukkan soliditas dan sinergi yang kuat dalam mendorong peran santri sebagai agen perubahan dan penjaga nilai-nilai keislaman.
Puncak acara ini ditutup dengan pengajian akbar yang menghadirkan tokoh ulama ternama, Gus Lubab. Pengajian ini menjadi momen spiritual penting yang memberikan inspirasi dan wawasan lebih dalam tentang urgensi memperkuat jati diri santri demi kemaslahatan bangsa.
Acara ini bukan sekadar perayaan, melainkan upaya edukatif yang menargetkan siswa madrasah untuk memahami dan mencintai Hari Santri Nasional. Melalui pendekatan jami'ah Nahdlatul Ulama, para peserta didorong mengenal sejarah dan kontribusi santri terhadap pembentukan bangsa Indonesia. Semangat penguatan jati diri santri sangat relevan dalam menjaga nilai-nilai agama sekaligus memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa.
Hari Santri Nasional sendiri diperingati setiap tanggal 22 Oktober sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa para santri dalam perjuangan kemerdekaan dan pembangunan bangsa serta peran strategis mereka dalam kehidupan beragama dan sosial.
Semarak Hari Santri Nasional 2025 di Madusari menjadi bukti nyata bagaimana komunitas lokal dapat menjaga dan memperkuat warisan keagamaan, budaya, dan pendidikan. Melalui kegiatan positif seperti ini, generasi muda santri diharapkan semakin sadar akan peran mereka dalam menjaga agama sekaligus memajukan bangsa. (mg7/mg2)
Editor : H. Arif Riyanto