RADARMAGELANG.ID, Magelang — Kebakaran hebat melalap percetakan Aryoseto Advertising di Jalan Ikhlas, Kelurahan Magersari, Kota Magelang, pada Minggu pagi (12/10/2025).
Pemilik usaha menyatakan kerugian diperkirakan mencapai antara Rp 1,5 hingga Rp 2 miliar karena mesin, motor, uang tunai, dan berbagai peralatan produksi hangus terbakar.
Sekitar pukul 07.10–07.15 WIB, warga mendengar ledakan yang diduga berasal dari trafo atau gardu listrik.
Tak lama kemudian, muncul kepulan asap dan api di sekitar lokasi.
Warga yang awalnya tidak menyangka ledakan itu akan menyebabkan kebakaran berusaha memadamkan api dengan mengambil air dari mushala dan bahkan mendobrak pintu bangunan agar dapat masuk.
Mereka baru menyadari skala kebakaran ketika api sudah membesar di bagian utara bangunan Aryoseto.
Laporan segera diterima oleh petugas Damkar Kota Magelang.
Lima unit kendaraan pemadam diterjunkan dan dibantu satu unit dari Damkar Kabupaten Magelang.
Petugas melakukan pemadaman dan pendinginan selama sekitar satu jam lebih hingga api berhasil dikendalikan.
Di dalam bangunan percetakan terdapat bahan-bahan mudah terbakar seperti kertas, thinner, cat, dan kain, yang menyebabkan api cepat membesar saat percikan menyambar.
Salah satu dugaan awal penyebab kebakaran adalah ledakan pada trafo atau gardu listrik, namun penyebab pastinya masih menunggu hasil pemeriksaan pihak
Pemilik Aryoseto Advertising, Aditya Pamungkas, 41, mengatakan bahwa ia diberitahu warga sekitar sekitar pukul 07.10 WIB dan melihat api sudah membesar melalui video yang dikirimkan adiknya.
“ Mesin-mesin dan instalasi habis semua, seperti printing, motor, bahkan uang tunai. Kalau dihitung, kerugian berkisar Rp 1,5 sampai Rp 2 miliar,” ujar Aditya pada Minggu (12/10/2025)
Seorang saksi di lokasi, Mamat, 21, menuturkan bahwa warga mendengar suara ledakan yang diduga berasal dari korsleting listrik di trafo, lalu percikan merambat ke jaringan hingga mengenai bangunan milik Aryo Seto.
“Saat ledakan terjadi, warga awalnya tidak paham bahwa itu akan memicu kebakaran.
Mereka baru tahu ketika api sudah membesar di bagian utara gedung.
Beberapa warga mendobrak pintu untuk mencoba memadamkan api, sementara yang lain segera menghubungi pemadam kebakaran. Syukurlah tidak ada korban jiwa,” kata Rahmat.
Komandan Peleton Regu C Damkar Kota Magelang, Adri Teguh Bayu Seno, mengatakan pihaknya menerima laporan sekitar pukul 07.15 WIB dan tiba di lokasi sekitar pukul 07.20 WIB.
"Kita langsung melaksanakan pemadaman. Estimasi pemadaman sampai pendinginan kurang lebih kita laksanakan satu jam lebih sedikit," ujar Adri.
Ia juga menambahkan bahwa lima unit kendaraan pemadam dengan jumlah tiga unit serang dan dua unit suplai tangki dikerahkan, dibantu satu unit dari Damkar Kabupaten Magelang.
Petugas memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
Pihak berwajib dan instansi terkait akan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kebakaran serta menghitung total kerugian secara detail. (mg3/lis)