RADARMAGELANG.ID, Magelang – Festival Museum Sudirman sukses membangkitkan kembali ingatan masyarakat terhadap sejarah perjuangan pahlawan kemerdekaan Republik Indonesia, Jenderal Sudirman.
Pengunjung bisa melihat lebih dekat furnitur peninggalan Jenderal Sudirman, replika tandu, dan replika jubah yang dipakainya.
Banyak pelajar yang baru mengetahui museum tersebut merupakan rumah tinggal Jenderal Sudirman di Magelang. Jenderal Sudirman menghuni rumah tersebut sampai wafat pada 29 Januari 1950, di usia 34 tahun. Ia mendiami rumah ini bersama keluarga dan dua ajudan militer, Soepardjo Rustam dan Tjokropranolo.
Gedung Museum Sudirman sudah ditetapkan menjadi cagar budaya, karena termasuk dalam kategori bangunan kuno, yang didirikan pada masa kolonial Belanda tahun 1930. Peresmian Museum Sudirman pun dilakukan oleh Soepardjo Rustam pada 27 Februari 1975.
Kabid Kebudayaan Disdikbud Kota Magelang Sugeng Priyadi menyebut, festival yang akan berakhir pada Sabtu (11/10/2025) itu ini tak sekadar acara tahunan biasa. Ia berharap setiap pengujung terinspirasi dan meneladani sosok Jenderal Sudirman yang dikenal pemberani, teguh, dan memiliki daya juang tinggi meskipun pada saat memimpin perang gerilya, Jenderal Sudirman menderita sakit parah, yakni tuberkulosis (TBC).
“Jenderal Sudirman adalah contoh yang harus kita teladani, karena perjuangan beliau yang dihadapkan dengan kondisi fisik dan lain-lain, tapi saat negara sangat membutuhkan dirinya, Jenderal Sudirman tetap tampil memimpin pasukan dan melaksanakan amanah untuk menjaga keutuhan NKRI kita,” ucap Sugeng, Rabu (8/10/2025).
Ia ingin acara ini mengetuk hati generasi muda, agar tidak mudah terpecah belah maupun melakukan aksi-aksi merugikan dan meresahkan, seperti tawuran. Sedangkan zaman dulu, para pahlawan telah berdarah-darah merebut kemerdekaan.
“Semoga generasi kita mengerti pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan. Dan semoga, dampak dari tren globalisasi bisa dikikis dengan berkehidupan yang baik, juga memaknai Pancasila, sehingga hal-hal yang bisa menganggu keamanan dan ketertiban, bisa diminimalisir,” ujarnya.
Pegiat sejarah di Magelang, Bagus Priyana menilai acara ini sangat baik untuk menumbuhkan nasionalisme di kalangan generasi muda. Menurutnya, perjuangan Jenderal Sudirman di masa perang gerilya masih sangat relevan untuk diceritakan sepanjang masa.
“Beliau menghadapi ancaman serius dari Belanda, tapi karena rasa cinta yang begitu besar dengan Indonesia, beliau tetap berjuang walau sakit-sakitan,” imbuhnya.
Pengujung, Naila, siswa SD Negeri Potrobangsan 2 Magelang, nampak sumringah diajak berkunjung ke Museum Sudirman. Ia bahkan membawa buku dan alat tulis untuk mencatat hal-hal penting yang ia jumpai di museum. “Asyik, seru. Aku suka diajak ke sini,” ujar bocah berpipi gembul itu.
Acara Festival Museum Sudirman ini dimeriahkan pertunjukan musik keroncong, dan beberapa stan pameran, mulai dari batik Rajah asli Kota Magelang, radio transistor, koran lawas, dan lainnya. (put)
Editor : H. Arif Riyanto