Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Pelatihan Bakery 2025 di Aquatic Samapta, 30 Peserta Belajar Ragam Kue dan Business Model

Magang Radar Magelang • Selasa, 7 Oktober 2025 | 00:05 WIB
Peserta sangat antusias mengikuti proses pembuatan roti yang dibimbing langsung oleh tim mentor pada Senin (6/10/2025).
Peserta sangat antusias mengikuti proses pembuatan roti yang dibimbing langsung oleh tim mentor pada Senin (6/10/2025).

RADARMAGELANG.ID, Magelang - Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Magelang menyelenggarakan Pelatihan Bakery 2025 pada 6–10 Oktober 2025 di Aquatic Samapta.

Kegiatan gratis ini diikuti oleh 30 peserta terpilih dari total 108 pendaftar, ditujukan bagi warga Kota Magelang berusia 17–30 tahun yang belum pernah mengikuti pelatihan serupa, dalam proses seleksi dilakukan dengan prinsip "siapa cepat dia dapat".

"Ini nanti fokus pembuatan pastry sama bakery. Kuotanya 30 orang," kata Yulis Hindarwati, Analis Kebijakan Ahli Muda Bidang Kepemudaan Disporapar Kota Magelang, saat ditemui di lokasi oleh  Jawa Pos Radar Magelang, Senin (6/10/2025)

Rangkaian acara dirancang agar peserta mendapat kombinasi teori, praktik, dan bekal kewirausahaan.

Di setiap harinya peserta akan dibekali materi yang berbeda serta pada hari terakhir akan dibekali Business Model Canvas (BMC) serta pengarahan untuk persiapan menjalankan usaha dan langkah lanjutan termasuk uji kompetensi serta pengakuan sertifikasi profesi bagi yang lulus.

"Harapannya agar anak muda bisa sesuai dengan genrenya bakery. Nanti kita arahkan agar dia bisa jadi seorang wirausahawan di bidangnya. Nanti di hari Jumat kita juga bekali diajari menggunakan BMC canvas. Bagaimana cara berbisnis, perencanaan usaha di bidang bisnis bakery," ujar Yulis.

Pelatihan bekerja sama dengan LKP Aktual (Tidar) dan dipandu mentor Widi, dibantu tim mentor termasuk Warih.

Menurut Yulis, ini merupakan gelombang kedua setelah seri pertama pada April lalu yang diikuti 25 orang.

Tahun depan Disporapar berencana memperpanjang durasi program menjadi sekitar 10 hari agar materi lebih mendalam.

Program ini juga terhubung dengan Bisnis Orientasi Sukses Pemuda Magelang (Bos Muda) peserta yang berniat berwirausaha akan diarahkan ke jenjang pembinaan lanjutan tersebut.

Para peserta Pelatihan Bakery tampak antusias saat praktik membuat aneka kue di aquatic samapta, Senin (6/10/2025)
Para peserta Pelatihan Bakery tampak antusias saat praktik membuat aneka kue di aquatic samapta, Senin (6/10/2025)

Tim mentor menjelaskan alasan pemilihan menu harian sebagai bahan dasar pengajaran.

"Materi di hari ini satu macam bakery roti, besok floos roll, yang ketiga bolu batik, yang keempat brownies kukus dan oven," terang Warih, salah satu tim mentor.

Ia menambahkan, pemilihan bolu batik, karena membutuhkan ketelitian.

"Tidak semua orang punya oven jadi kami ambil yang kukus. Brownies kukus dan oven kami ambil karena sekarang juga sedang tren. Ini dasar yang bisa dikembangkan kalau pesertanya kreatif," paparnya.

Dari sisi teknik, mentor juga memberi panduan praktis meski waktu pelatihan terbatas.

"Adonan dimixer sekitar 15 menit untuk satu resep (tepung 500 gram), didiamkan 10 menit pertama lalu ada jeda sekitar satu jam. Sebenarnya semakin lama didiamkan semakin bagus, tapi karena keterbatasan waktu kita sesuaikan," kata Warih.

Ia juga mencatat ragam tingkat pengalaman peserta.

"Mayoritas antusias. ada yang belum pernah pegang adonan sama sekali, ada yang sudah pernah tapi belum pernah membuat ragam kue ini," ujarnya.

Peserta menilai pelatihan memberi nilai tambah praktis.

Putri, 20, salah satu peserta mengaku, mengikuti kegiatan untuk menyalurkan hobi menjadi passion dan berharap membuka toko kue serta rumah baca.

"Ikut pelatihan ini karena belajar sama yang ahli juga. Sebelumnya sudah ada pengalaman buat kue di rumah, tapi di sini belajar tata cara kue yang untuk dijual," akunya.

"Kita tadi bikin kue manis, ada yang isi sosis, coklat, pisang, ada yang keju juga," tambahnya.

Yulis menegaskan, peserta akan mendapat arahan lanjutan termasuk kemungkinan uji kompetensi, sehingga memiliki sertifikat profesi.

"Nanti akan ada uji kompetensi agar mereka punya sertifikasi profesi," kata Yulis.

"Pelatihan ini diharap jadi pijakan awal bagi generasi muda Magelang untuk memasuki industri kuliner, baik sebagai tenaga kerja terampil maupun pelaku usaha skala kecil yang mampu menghasilkan pendapatan nyata," sambungnya.

Pelatihan Bakery 2025 di Aquatic Samapta dipandang sebagai salah satu upaya penguatan kompetensi pemuda di sektor ekonomi kreatif lokal sekaligus membuka jalur wirausaha berbasis budaya kuliner setempat. (mg3/mg6/aro)

Editor : H. Arif Riyanto
#Pelatihan kue #Bos Muda #Bos Muda Magelang #Pemuda Magelang #Pelatihan Bakery #Bisnis Orientasi Sukses Pemuda Magelang #Aquatic Samapta #Disporapar #Wirausahawan Muda #Kota Magelang