Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Barista-Barista Perempuan Mulai Bermunculan di Kota Magelang

Puput Puspitasari • Kamis, 2 Oktober 2025 | 03:44 WIB
Nesha Aldilla Setya, salah satu peserta pelatihan barista sedang meracik segelas kopi espreso caramel, Rabu (1/10/2025).
Nesha Aldilla Setya, salah satu peserta pelatihan barista sedang meracik segelas kopi espreso caramel, Rabu (1/10/2025).

RADARMAGELANG.ID, MagelangNesha Aldilla Setya, gadis 19 tahun asal Kampung Meteseh, Kecamatan Magelang Tengah, merasa beruntung menjadi peserta pelatihan barista di BLK Kota Magelang.

Ia mendaftar bukan karena iming-iming akan diberi modal alat, berupa timbangan digital dan blender. Ada yang lebih dari itu. Ilmu.

Ia bercita-cita ingin menjadi barista perempuan yang handal. Dirinya juga sudah membayangkan memiliki kedai kopi yang menu-menunya diracik sendiri.

“Setelah pelatihan ini, saya ingin mencari pengalaman kerja menjadi barista. Untuk jangka panjangnya, ingin punya coffee shop sendiri, berbekal pelatihan membuat kopi dengan berbagai macam rasa yang enak,” ujar Nesha, Rabu (1/10/2025).

Meski belum genap 14 hari, ia mempelajari ilmu meracik kopi dari instruktur, Atot Gunadharma, Nesha menunjukkan bakatnya.

Ia mahir meracik segelas kopi espreso dengan tambahan rasa karamel. Beberapa orang setuju racikan kopinya mantap.

“Karena di sini kita diajari mulai mengenal biji kopi, mengolahnya, karakter rasa seperti pahit dan asamnya, serta teknik penyajiannya,” imbuhnya.

Instruktur Atot Gunadharma mengapresiasi langkah Pemkot Magelang melengkapi peralatan modern untuk pelatihan barista.

Sejak 2021, ia harus berjuang untuk membawa alat-alat modern dan canggih dari rumah.

Hal itu dilakukan agar para peserta bisa praktik dengan alat dan mesin kopi standar barista berkompeten.

“Pelatihan periode ini lebih istimewa, karena mereka pertama kalinya menggunakan peralatan kopi seperti yang dipakai barista profesional,” ucap pemilik Bale Kopi itu.

Menurut Atot, pelatihan barista sangat cocok untuk kawula muda.

Sebab, dalam kurun waktu empat tahun ini, keberadaan kedai kopi di Kota Magelang kian menjamur.

Peluang ini harus diambil, agar generasi muda menjadi bagian dari pelaku industri kopi. 

Atot juga bilang, para alumni pelatihan BLK sudah banyak yang menjadi barista di kedai-kedai kopi yang saat ini ada.  

“Bahkan ada alumni BLK yang merintis usaha street coffee yang setiap hari laris, dan ramai sekali,” ungkapnya.

Meski Kota Magelang bukan daerah penghasil kopi, Atot mengajak masyarakat tidak berkecil hati.

Kota Magelang bisa mengambil peluang dari sisi lain, yakni mengolah dan memasarkan aneka produk kopi.  

Pada pelatihan kali ini, Atot juga memberikan materi meracik minuman nonkopi, seperti tea series, cokelat, milk blend, mojito, mixologi, boba, smoothies, artisan tea, dan masih banyak lagi.

Kepala BLK Kota Magelang Agustina Panca Nugraheni menambahkan, pelatihan barista mulai banyak diikuti dari kalangan perempuan.

Kemunculan mereka menegaskan bahwa pekerjaan barista tidak identik dikerjakan oleh laki-laki saja. 

Pelatihan barista angkatan ketiga ini berlangsung selama 14 hari. Pesertanya 16 orang.

“Pelatihan ini untuk menyiapkan mereka memasuki dunia kerja, dan menekan angka pengangguran di Kota Magelang,” terangnya.

Pelatihan diakhiri dengan uji kompetensi sertifikat BNSP.  Selain itu, tiap peserta mendapat bantuan alat untuk berwirausaha. (put/aro)

 

Editor : H. Arif Riyanto
#barista #blk #coffee shop #street coffe