Artikel Ilmiah Berita Entertainment Features Jateng Kecantikan Khazanah Lifestyle Magelang Makan Enak Mungkid Nasional Olahraga Otomotif Piknik Pojok Kampung Semarang Temanggung Travel Viral Wonosobo

Sukseskan Program Makan Bergizi Gratis, Beban Kerja Guru Bertambah 

Puput Puspitasari • Senin, 29 September 2025 | 05:36 WIB

 

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Magelang Imam Baihaqi
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Magelang Imam Baihaqi
 

RADARMAGELANG.ID, Magelang Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Magelang Imam Baihaqi memuji dedikasi para guru yang turut menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sejak program ini menyasar ratusan siswa di Kota Magelang, beban kerja guru bertambah dalam mengawasi distribusi makanan dan menunggui siswa sampai selesai makan.

“Terus terang, kami memberikan apresiasi tinggi kepada guru-guru, karena peran mereka luar biasa. Mereka tidak hanya mengajar, tapi juga memastikan MBG berjalan lancar,” ujar Imam, Minggu (28/9/2025).

Imam menerangkan, ketika food tray berisi MBG itu tiba di sekolah, para guru membimbing siswa mengantre mengambil makanan. Kemudian memastikan anak-anak cuci tangan, berdoa sebelum makan, dan menyantap makanan hingga habis. Di samping itu, guru-guru mengenalkan sajian menu sebagai sumber makanan seimbang yang memiliki kandungan protein, karbohidrat, juga vitamin yang didapat dari sayuran dan buah-buahan.

“Karena MBG ini bukan cuma program untuk meningkatkan gizi anak-anak, tapi ada hal penting lainnya, yakni penanaman karakter,” jelasnya.

Setidaknya ada 6 satuan pendidikan yang mendapat jatah program MBG. Imam merinci, SD Negeri Jurangombo 1 mendapat kuota 167 porsi, SD Negeri Jurangombo 2 sebanyak 132 porsi, SD Negeri Jurangombo 4 mendapat 166 porsi, dan SD Negeri Jurangombo 5 dialokasikan 158 porsi. Selanjutnya, KB Masyitoh 9 dan TK Pertiwi Jurangombo masing-masing mendapat 17 dan 65 porsi. Total keseluruhan siswa yang mendapat program MBG di Kota Magelang sebanyak 705 porsi.

Ia bersyukur, program MBG di Kota Magelang berjalan lancar. Juga tidak ada kasus keracunan seperti yang terjadi di kota-kota lainnya. Ia berharap, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berlokasinya di depan Akmil senantiasa memertahankan kualitas makanan untuk siswa.

Alhamdulillah tidak ada kasus seperti itu. Saya hanya mendengar keluhan jam istirahatnya jadi mundur, karena untuk mengondisikan anak-anak butuh waktu. Dan supaya anak-anak tidak tergesa-gesa saat makan,” paparnya.

Imam bilang, waktu istirahat sekolah yang biasanya hanya 15 menit molor menjadi 30 menitan. Hal ini juga berimbas pada jam pelajaran yang berubah. “Pulangnya jadi ikut mundur,” tandasnya.

Imam mengamati, Kota Magelang diuntungkan dengan lokasi SPPG yang berjarak dekat dengan sekolah penerima manfaat MBG. Sehingga pendistribusian MBG tidak membutuhkan waktu yang lama.

“Kalau untuk anak SD dan TK kan diberikan saat istirahat pertama, sehingga jarak antara proses makanan itu dimasak hingga didistribusikan tidak terlalu lama, sehingga tidak basi,” tuturnya.

Selama program MBG berjalan, pihaknya juga tidak memberikan imbauan kontroversial kepada sekolah penerima manfaat. Seperti menyuruh guru untuk mencicipi menu MGB sebelum diberikan kepada siswa.

“Jumlah MGB itu pas untuk siswa. Jadi, kalau guru mencicipi, malah jadi makanan sisa. Guru bukan sasaran itu, jangan dikorbankan. Harusnya yang mencicipi itu dari dapur gizi atau ahli gizi, orang yang membuat makanan itu. Bukan dari sekolah. Dan kalau ada yang keracunan, guru tidak boleh disalahkan. Yang salah tetap yang masak (SPPG, Red),” tegasnya.  

Dirinya juga sudah mendengar akan didirikan lebih dari 10 SPPG di Kota Magelang. Jarak SPPG dengan sekolah pun tidak terlalu jauh. Menurutnya, langkah ini sangat baik guna mencegah makanan menjadi basi, karena terlalu awal memproduksi atau karena terlambat dalam distribusi. (put/aro)

 

 

 

Editor : H. Arif Riyanto
#Mbg #Disdikbud Kota Magelang #imam baihaqi #dinas pendidikan dan kebudayaan #Makan Bergizi Gratis