RADARMAGELANG.ID, Magelang - Bidang Kepemudaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disporapar) Kota Magelang menggelar Pelatihan Barista 2025 pada Senin (22/9/2025) Di SPNF Negeri Kota Magelang.
Kegiatan intensif yang berlangsung beberapa hari ini diikuti 30 peserta terpilih dari total 130 pendaftar, dengan tujuan memberikan keterampilan teknis sekaligus membuka peluang kerja dan wirausaha bagi pemuda Kota Magelang.
"Kami menerima 130 pendaftar padahal kuotanya kami cuma 30. Akhirnya kami seleksi pendaftar yang tercepat, dan sebagian besar memang belum pernah memiliki pelatihan yang sama baik di tempat kami atau di OPD lain," kata Yulis Hindaryati, Analis Kebijakan Ahli Muda Bidang Kepemudaan Disporapar Kota Magelang, saat ditemui di lokasi pelatihan.
Yulis menegaskan bahwa pelatihan ini dirancang tidak sekadar memberikan pembelajaran teknik membuat kopi, melainkan sebagai jalan untuk mendapatkan perkerjaan baru.
"Dengan ilmu yang diberikan oleh mentor dia bisa mengimplementasikan bahwa ilmunya itu bisa mendapatkan pekerjaan baru, peluang untuk wirausaha, terus dia juga bisa membuka usaha untuk dirinya sendiri, harus bisa mendapatkan cuan yang jelas itu dan pasti,” ujarnya.
Sebagai bagian dari strategi pengembangan wirausaha muda, Disporapar mengaitkan pelatihan dengan program Bos Muda.
"Kita punya program Bos Muda, dan Indonesia itu adalah produsen kopi nomor 4, salah satunya untuk mendukung itu kan kita ada kegiatan pelatihan yang salah satunya barista," jelas Yulis.
Ia menambahkan bahwa peserta berpeluang masuk ke jenjang pembinaan berikutnya, yakni Bos Muda 3.
Yulis juga menjelaskana akan ada uji kompetensi peserta.
"Nanti akan kita uji kompetensi kompeten. Jadi mereka akan punya sertifikat, satu sertifikat kepesertaan sebagai peserta kegiatan barista, dan satu lagi ujikom yang mengakui mereka sebagai profesi barista."
Dari pengalaman program sebelumnya, menurut Yulis, hasil nyata sudah tampak.
"Bos Muda 1 kita ada 12 anggota yang benar-benar sudah bisa berdiri di kakinya sendiri."
Beberapa peserta menyampaikan motivasi dan rencana mereka.
Naufal, 21, mengatakan, dilandasi dengan saya senang ngopi, terus kepikiran pengen buka usaha kopi kecil-kecilan mungkin di rumah, biar nggak usah kita ke coffee shop tapi kita produksi sendiri.
Ia berharap ada dukungan permodalan dari pemerintah.
"Aku bisa dapat skill hard skill maupun soft skill yang udah diterapin. Siapa tahu kalau misal ada dari Pemerintah Kota Magelang memberikan permodalan untuk teman-teman yang pengen berwirausaha."
Haza, 22, mahasiswa sekaligus peserta pelatihan, menambahkan, sebagai mahasiswa setelah lulus kelak daripada jadi pengangguran kbisa buat bisnis sendiri.
Yulis optimistis tentang prospek menjadi barista.
"Kalau sekarang itu penggemar kopi tidak cuma di Magelang. dari tingkat pelajar, kuliah, bapak-bapak. peluang di barista sangat-sangat mempunyai kesempatan yang banyak. Street café sekarang udah banyak dan harganya terjangkau. Paling tidak mereka bisa membuka peluang kerjaan untuk diri sendiri dan kita arahkan untuk bisa masuk di kegiatan program," paparnya.
Untuk memberi kesempatan yang lebih luas, Disporapar mengumumkan kegiatan serupa akan digelar kembali pada 2026 dengan ketentuan bahwa peserta yang sudah mengikuti pelatihan pada 2025 tidak diperbolehkan mendaftar ulang pada 2026, sehingga kesempatan dapat menjangkau lebih banyak pemuda dan pemudi di Kota Magelang. (mg3)
Editor : H. Arif Riyanto