RADARMAGELANG.ID, Magelang – Tim pengabdian masyarakat Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Tidar (Untidar) melaksanakan sosialisasi pencegahan bullying di SD Negeri Adikarto 1, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, pada Kamis (11/9/2025).
Dalam kesempatan tersebut, pada sesi awal, siswa diperkenalkan terlebih dahulu mengenai pengertian bullying atau perundungan. Dijelaskan bahwa perundungan tidak hanya terjadi secara langsung, tetapi juga bisa dalam bentuk daring atau cyber bullying.
Dapat muncul di berbagai lingkungan seperti sekolah, tempat kerja, maupun ruang sosial. Jenis-jenis bullying juga dipaparkan, meliputi fisik, verbal, sosial, dan cyber bullying.
Fokus kegiatan kali ini adalah pada bullying verbal. Novitasari, M.Pd selaku dosen Untidar menjelaskan secara langsung kata-kata seperti apa yang tergolong bullying. Sekaligus menekankan pentingnya memilih kata yang baik dalam berkomunikasi dengan sesama teman.
Setelah itu, siswa diajak beraktivitas dalam kelompok beranggotakan sepuluh orang.
Masing-masing kelompok mendapat selembar notes dan beberapa potong berisi kata-kata yang positif dan negatif yang termasuk ke dalam bullying.
Dengan didampingi fasilitator, anak-anak diminta mengklasifikasikan dan menempelkan kata positif dan kata negatif.
Aktivitas ini menghadirkan nuansa permainan edukatif sekaligus menanamkan nilai gotong royong, karena siswa harus bekerja sama dengan teman-temannya untuk menyelesaikan tantangan yang diberikan.
Selain melatih kepekaan terhadap kata-kata yang digunakan sehari-hari, kegiatan ini juga membantu siswa memahami dampak bullying serta mengenali tanda-tandanya sejak dini.
Kegiatan pengabdian ini dilakukan oleh tim pengabdian masyarakat FKIP Untidar yang terdiri atas Novitasari, M.Pd., Mashud Syahroni S.Pd.,M.Pd., Nilam Rizki Yazera, dan Naswa Maulida.
Dengan adanya kegiatan ini, siswa diharapkan mampu memahami bullying mulai dari bentuk, dampak, hingga tanda-tandanya, serta menumbuhkan kesadaran untuk menghindari perilaku tersebut.
Melalui gamifikasi yang mengintegrasikan nilai gotong-royong, siswa diajak untuk belajar secara aktif, menyenangkan, dan kolaboratif sehingga terbentuk karakter saling menghargai, peduli, dan mampu menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari bullying. (web/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo