RADARMAGELANG.ID, Magelang – Inspektorat Daerah Kota Magelang merangkul mahasiswa untuk menjadi agen penggerak budaya antikorupsi.
Sikap kritis mereka dalam mencegah tindakan korupsi diharapkan dapat menyelamatkan nasib bangsa.
“Mereka adalah agen perubahan yang menjadi generasi penerus bangsa,” ucap Inspektur Daerah Kota Magelang Larsita dalam acara Bincang-Bincang Antikorupsi yang diikuti mahasiswa Untidar dan Unimma di Aula Adipura Kencana.
Kampanye antikorupsi ini terus ia galakkan, karena tindakan rasuah itu masih menjadi masalah serius di Indonesia.
“Kami ingin membangun kesadaran kolektif untuk memeranginya,” tandasnya.
Menurut Larsita, penegakkan hukum atas tindakan korupsi dapat memberikan efek jera.
Namun ada yang lebih penting, yakni tindakan pencegahan, agar hal itu tidak terjadi.
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menyebutkan, berbagai upaya berlapis telah dilakukan Pemkot Magelang untuk mencegah terjadinya korupsi.
Namun semua itu akan sia-sia, jika ASN-nya tidak memiliki karakter.
Ia berharap, ASN menjalankan amanah rakyat dengan sebaik-baiknya, bekerja tanpa membentur norma-norma yang seharusnya ada.
“Saya rasa yang fundamental mencegah korupsi itu adalah karakter atau akhlak. Orang pintar banyak. Tapi pintar saja tidak cukup. Yang kita butuhkan saat ini adalah orang pintar yang berakhlak,” tuturnya.
Ia berharap generasi muda tidak melulu mengejar prestasi akademik saja, tapi juga mulai mengimplementasikan nilai-nilai integritas antikorupsi, salah satunya seperti masuk sekolah atau kuliah tepat waktu.
Ketua DPRD Kota Magelang Evin Septa Haryanto Kamil mengakui bahwa korupsi adalah ancaman nyata bagi keadilan, pembangunan, dan kesejahteraan masyarakat.
Pihaknya turut serta dalam pencegahan korupsi melalui fungsi DPRD, yakni membuat peraturan, penganggaran, dan fungsi pengawasan. “DPRD sebagai lembaga perwakilan rakyat, siap tampil sebagai garda terdepan dalam pemberantasan korupsi,” pungkas Evin. (put/aro)
Editor : H. Arif Riyanto