RADARMAGELANG.ID, Magelang – Penyakit ginjal kronis merupakan penyakit kerusakan ginjal yang terjadi secara perlahan, menyebabkan hilangnya fungsi ginjal untuk menyaring limbah hasil metabolisme tubuh, cairan dan racun dari dalam darah.
Hal tersebut mengakibatkan penumpukan residu dalam tubuh. Masyarakat pun belum
Sayangnya, perjalanan penyakit yang lambat dan sering tidak menunjukkan gejala di awal, sehingga seringkali pasien terdeteksi penyakit ginjal kronis sudah dalam tahap akhir.
Dari keresahan itu, tim pengabdian masyarakat dari Poltekkes Kemenkes Semarang Prodi Keperawatan Magelang, melaksanakan deteksi dini dan pencegahan penyakit ginjal kronis di Desa Kalijoso, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, 22 Agustus 2025 lalu.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada kader kesehatan dan warga setempat.
Dosen pengabdi Dr Dwi Ari Murti Widigdo, MN, menyebutkan, deteksi dini dan pencegahan penyakit ginjal kronis sangat penting untuk mengetahui risiko penyakit sejak dini.
Skrining dini memungkinkan identifikasi kondisi kesehatan lebih awal, sehingga tindakan yang cepat dapat diambil untuk meningkatkan prognosis kesehatan individu.
“Dengan skrining yang tepat waktu, potensi komplikasi dapat dihindari, mengurangi beban biaya pengobatan dan meningkatkan kualitas hidup pasien,” ujarnya didampingi dua dosen pengabdi lainnya, Heru Supriyatno, MN, dan Bambang Sarwono, SKp, MKes, serta mahasiswa.
Menurutnya, mengontrol kadar gula darah dan hipertensi bagi orang yang menderita penyakit sangat penting untuk mencegah kerusakan ginjal.
Upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah jatuh pada kondisi yang parah, maka penderita harus rutin melakukan cek kesehatan dan mengelola kadar gula darah, serta tekanan darah tinggi.
“Upaya lain untuk mencegah penyakit ini termasuk menjaga pola hidup sehat seperti, berolahraga secara teratur selama 30 menit setiap hari, menjaga pola makan yang sehat, mengelola stres dan berhenti merokok,” tambahnya.
Selain sosialisasi kesehatan, tim pengabdian masyarakat juga melakukan pemeriksaan kesehatan secara gratis.
Pemeriksaan itu meliputi cek gula darah, pengukuran tekanan darah.
Terakhir dilaksanakan pengisian kuesioner risiko penyakit ginjal kronis.
“Kami lihat, masyarakat merespon dengan baik kegiatan ini dan berharap kegiatan semacam itu dapat terus disampaikan kepada masyarakat, sehingga dapat meningkatkan pemahaman, serta kesadaran masyarakat dalam memelihara kesehatan mereka, terutama dalam pencegahan penyakit ginjal kronis,” tuturnya.
Para peserta pun menyampaikan kepuasannya terhadap penyelenggaraan acara ini. Mereka semakin memahami tentang penyakit hipertensi dan diabetes melitus yang memiliki risiko tinggi terjadinya penyakit gagal ginjal kronis, apabila tidak tertangani dengan baik. (put/bis)
Editor : H. Arif Riyanto