RADARMAGELANG.ID, Magelang – RSUD Tidar Kota Magelang menghelat in house training (IHT) untuk 998 karyawan dari seluruh divisi.
Pelatihan tersebut menekankan pada transformasi mutu pelayanan prima, yang bermuara pada kepuasan pasien.
Direktur RSUD Tidar Kota Magelang dr Junaedi Wibawa, Sp.PK, tidak menampik, IHT ini sebagai upaya pencegahan dini dari adanya kemungkinan kekerasan yang menimpa tenaga kesehatan.
Ia mengamati, ketidakpuasan pasien atau keluarga pasien biasanya dipicu oleh komunikasi yang kurang lancar.
“Walupun kita juga harus menyadari, bahwa para pemberi layanan (tenaga kesehatan, Red) terkadang mempunyai kendala atau hambatan saat melaksanakan tugas. Tapi kita harapkan itu (kekerasan, Red) tidak terjadi di rumah sakit ini, dan sekalipun ada hambatan, harus memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat,” ujar Junaedi, usai penutupan IHT, di aula setempat, Rabu (10/9/2025).
IHT yang dipecah menjadi 10 angkatan peserta tersebut menitikberatkan bagaimana cara membangun SDM yang berkualitas, profesional, juga berempati.
Junaedi meyakini, bahwa pelayanan prima tidak cukup hanya dilihat dari kompetensi keilmuan saja.
Ada hal penting lain, yakni keramahan.
“Pelayanan itu tidak hanya medis dan perawatan saja. Tidak hanya dokter dan perawat yang memberikan pelayanan. Bahkan bagian kebersihan juga harus memberikan pelayanan terbaik mereka,” tuturnya.
Wadir Pelayanan RSUD Tidar Kota Magelang Danu Widi Nugroho menambahkan, kegiatan serupa rutin dilaksanakan setiap tahun untuk memperbaharui dan meningkatkan keterampilan karyawan dalam melayani masyarakat.
Baik dari tugas dan fungsi, maupun dari kemampuan komunikasi.
Ketua panitia acara Sri Mulyani menambahkan, IHT kali ini juga bertujuan untuk menciptakan lingkungan kerja yang profesional dan empatik.
Setelah mengikuti IHT, diharapkan setiap karyawan dapat melakukan monitoring dan evaluasi (monev) di unit kerja masing-masing. (put/aro)
Editor : H. Arif Riyanto