Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Karyadi, Pencetus Keripik Tahu Pertama di Magelang, Sebelum Covid Pernah Mendapat Pesanan dari Korea

Magang Radar Magelang • Sabtu, 6 September 2025 | 19:30 WIB

Karyadi, sosok dibalik bisnis Keripik Tahu Yuka di Kampung Tahu yang menjadi pencetus pertama keripik tahu di Kota Magelang
Karyadi, sosok dibalik bisnis Keripik Tahu Yuka di Kampung Tahu yang menjadi pencetus pertama keripik tahu di Kota Magelang
 

RADARMAGELANG.ID, Mungkid – Karyadi merupakan pencetus sekaligus pemilik dari Keripik Tahu Yuka yang menjadi produsen keripik tahu pertama di Magelang setelah berpindahnya sentra produksi tahu dari Desa Trunan ke Kampung Tahu, Kota Magelang.

Pria berusia 52 tahun ini membangun usaha berbasis inovasi dan kreativitas hingga kini usahanya mampu mempekerjakan 45 orang. Dan mengolah 500-700 kilogram kedelai per hari yang dipasarkan ke berbagai kota besar hingga ke luar Pulau Jawa.

Pada tahun 2010, Desa Trunan menjadi pusat produksi tahu di Kota Magelang. Di desa tersebut pabrik yang memproduksi tahu hampir menyentuh angka 60 produsen, sebelum akhirnya pindah ke kampung tahu.

Berpindahnya para pengusaha tahu di Kampung Trunan didasari beberapa faktor. Di antaranya yang paling utama adalah minimnya persediaan air di Desa Trunan dan keterbatasan ruang usaha.

“Sumber air di  Tidar Campur banyak, ini menjadi syarat penting dalam usaha produksi tahu,” ungkap Karyadi.

Baca Juga: Pukis Legendaris Magelang Sebelah Kantor Pos: Lezatnya Kuliner Nostalgia yang Bertahan Sejak 1979

Di Kampung Tahu saat ini diketahui memiliki 3 produsen tahu, sebagian diantaranya merupakan pindahan juga dari Trunan sama seperti Karyadi.

Karyadi mulai merintis usahanya pada 4 Oktober 2004 di Desa Trunan. Sejak kecil dirinya sudah terbiasa untuk kreatif dalam mencari uang, karena dirinya senang bersekolah.

Awalnya Karyadi memulai usaha dengan berjualan dan mendistribusikan makanan di Pecinan, Magelang sejak kelas 4 SD. Kegiatan itu terbawa hingga dewasa dengan terbiasa memanfaatkan apapun potensi bisnis yang ada di sekitarnya.

Berbekal pengalaman kerja di bidang kimia pangan, saat masih di Trunan ia menyelidiki sekaligus mencari tahu tentang daya tahan produk kedelai ini yang umumnya hanya bertahan 2 hari saja.

Dari kelemahan itu, Karyadi memiliki ide dari produk tahu yang sudah banyak diproduksi, ia mencetuskan produk baru yang lebih tahan lama yakni keripik tahu. Karyadi mengatakan dirinya memerlukan sekitar 13 bulan uji coba komposisi hingga dianggap sebagai produk  yang layak jual, bahkan penjualan mulai berjalan stabil setelah melalui 2 tahun yang dilalui dengan banyak kerugian.

Hingga akhirnya usahanya membuahkan hasil. Kreativitasnya diakui oleh pemerintah dengan meraih sertifikasi produk dalam progra, Krenova pada 2009 oleh Wali Kota Magelang sebagai pencetus inovasi kripik tahu pertama di wilayah Magelang.

Salah satu aktivitas produksi pada usaha milik Karyaadi
Salah satu aktivitas produksi pada usaha milik Karyaadi

Usahanya kian berkembang hingga dikenal oleh masyarakat dalam usahanya yang bernama Kripik Tahu Yuka di Kampung Tahu.

Inovasi inovasi yang diciptakan pun beragam, mulai dari varian keripik tahu utuh, pilus tahu, hingga rolade tahu.

Produksinya pun bisa menghabiskan 500 hingga 700 kilogram kedelai perhari dan dikerjakan oleh total 45 karyawan.

Karyadi mengatakan jika produksi tahu dari awal hingga akhir memakan waktu 2 hari, dan dari 2 hari ini harus step by step tidak boleh ada yang terlewat, oleh karena itu para karyawannya dipekerjakan 24 jam namun dengan sistem bergilir.

“Biasanya kalo ramai itu bisa 700 sampai 800 kilogram perhari, dan ramainya biasanya waktu lebaran, tahun baru, atau libur sekolah,” ujar Karyadi saat diwawancarai tim Radar Magelang.

Baca Juga: Mengintip Lezatnya Mie Kopyok Mak Rom, Kuliner Hidden Gem di Kota Magelang

Dalam bahan baku Karyadi memilih memilih supplier dari agen, alasannya sederhana yakni mementingkan kualitas.

Produknya semula hanya dipasarkan di wilayah Magelang dan Solo, namun karena meningkatnya persaingan sehingga dirinya kemudian melakukan ekspansi ke luar kota hingga luar provinsi. Terjauh hingga Jambi dan Lampung.

Strategi ini ia lakukan untuk meningkatkan penjualan ke tempat yang minim kompetitor. Beberapa momen juga dirinya dimintai pesanan dari Kalimantan namun ditolak karena biaya dan pendistribusian yang sulit membuatnya menunda permintaan tersebut.

Karyadi juga menuturkan  dulu sebelum Covid menyerang, dirinya rutin mendapat permintaan dari Korea hingga di depan rumahnya penuh dengan truk kontainer. Namun setelah Covid melanda, Korea berhenti mengimpor makanan dari luar negara dan produk Keripik Tahu Yuka milik Karyadi terkena imbasnya.

Karyadi menekankan kualitas produknya, sehingga SOP yang ia pegang sangatlah kuat. Dirinya yakin produk dari Keripik Tahu Yuka rasa tidak akan tertukar dengan produk lain karena kualitas dan cita rasanya berbeda.

Cita-cita besar Karyadi adalah ingin menambah ikon kuliner khas Magelang sehingga bukan hanya getuk, namun juga keripik tahu. Ia juga berharap untuk generasi muda selalu berusaha menciptakan inovasi inovasi baru untuk menciptakan usaha yang kemudian akan bermanfaat untuk perekonomian bangsa. (mg5/mg4/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#sertifikat #korea #magelang #keripik tahu #walikota #inovasi #tahu #Pencetus #produsen #Getuk #petani #kedelai #Karyadi #covid #Pertama #Kota Magelang