RADARMAGELANG.ID, Magelang-Usai salat dhuha berjamaah, siswa dan guru SMP Muhammadiyah 1 Alternartif (Mutual) Kota Magelang menggelar kegiatan "Tadabur Kebangsaan dan Do'a Bersama," Selasa (2/9/2025).
Kegiatan ini juga sekaligus edukasi kondusifitas bangsa saat ini yang memang sedang tidak baik-baik saja.
"Negeri ini memang sedang tidak baik-baik saja. Kita prihatin, namun kita tidak boleh salah arus. Betapa pilu hati ini. Saat media-media memberitakan bahwa yang tersandera oleh aparat adalah pelajar yang tidak seharusnya turun aksi di jalanan. Maka hari ini kita harus cerdas dan bijak. Kami tidak ingin ada anak SMP Mutual yang terseret arus berita provokatif seperti apa yang diberitakan adanya pelajar yang terlibat,” ujar Kepala SMP Mutual Ahmad Haryanto di depan ratusan siswa.
Ia juga meminta kepada para siswa, di tengah kondisi yang saat ini dalam kekhawatiran oleh keadaan, para siswa harus memahami secara utuh tugas pelajar.
Terus belajar dan menempa diri untuk produktif dan berprestasi.
Menunjukkan kemampuan serta pribadi yang santun dan berkarya manfaat.
"Demo adalah salah satu bentuk menyampaikan aspirasi. Secara hukum itu sah. Yang tidak boleh adah anarkis dan juga tidak punya sopan santun. Seperti banyak video melihatkan para demonstran yang menghujat bahkan mengeluarkan kata kotor. Itukan tidak mengedepankan akhlak,” ucapnya dengan edukatif.
Acara dilanjutkan dengan penampilan musik rebana yang juga sekaligus final checking persiapan lomba Napsu 2025. Kegiatan ditutup dengan doa bersama dipimpin Ustad Iqbal Wijdani, pengasuh tahfidz MBS SMP Mutual. (ima/aro)
Editor : H. Arif Riyanto