Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Universitas Tidar dan Komunitas Difabel “Warsa Mundung” Magelang Kolaborasi Wujudkan Pemasaran Online yang Inklusif

H. Arif Riyanto • Kamis, 31 Juli 2025 | 06:23 WIB
Tim Pengabdian kepada Masyarakat  Skema Affirmasi Universitas Tidar bersama Komunitas Difabel  Warsa Mundung menggelar penyuluhan Digitalisasi Produk Komunitas Disabilitas di Lereng Merapi.
Tim Pengabdian kepada Masyarakat Skema Affirmasi Universitas Tidar bersama Komunitas Difabel Warsa Mundung menggelar penyuluhan Digitalisasi Produk Komunitas Disabilitas di Lereng Merapi.

RADARMAGELANG.ID, Magelang– Dosen Universitas Tidar (Untidar) yang tergabung dalam Tim Pengabdian kepada Masyarakat Skema Affirmasi menggelar penyuluhan dengan mengusung tema “Digitalisasi Produk Komunitas Disabilitas di Lereng Merapi: Meningkatkan Penjualan melalui Platform E-Commerce dan Media Sosial”.

Kegiatan pengabdian ini dihelat di Balai Desa Pakunden, Kecamatan Ngluwar, Kabupaten Magelang, Selasa (22/7/2025).

Pelatihan digelar berkolaborasi dengan Komunitas Difabel “Warsa Mundung” yang menghadirkan puluhan anggota komunitas tersebut di wilayah sekitar lereng Merapi, yaitu wilayah Kecamatan Srumbung dan Ngluwar, Kabupaten Magelang.

Menurut Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat Skema Affirmasi Untidar Miftachul Mujib, S.E., M.Sc., tujuan utama kegiatan ini adalah untuk membantu meningkatkan penghasilan penyandang disabilitas melalui digitalisasi produk yang dihasilkan oleh anggota komunitas tersebut.

“Melalui program ini, Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tidar mengawali program dengan menjelaskan secara detail mengenai digital marketing inklusif dengan berbagai dinamika keunggulan dan kelemahannya sekaligus memberikan pemahaman tentang pentingnya digitalisasi produk untuk penjualan secara online,” jelas Miftachul Mujib kepada Jawa Pos Radar Magelang.

Dikatakan, program Pengabdian kepada Masyarakat ini melibatkan dosen Dr. Shinta Retnowati, S.E., M.M.; Khoirul Ikhwan, S.Pt., M.Si., dan Afif Musthafa, S.Ak., M.Ak.

Juga beranggotakan dua mahasiswa, yakni Nadia Syakina dan Yunita Setianingsih.

Anggota Tim Pengabdian kepada Masyarakat Afif Musthafa, S.Ak., M.Ak.,  menambahkan,  selain kegiatan berbentuk penyuluhan, tim pengabdian juga akan membantu membuat website khusus untuk menampilkan, menjadi media promosi, serta platform jual beli produk karya difabel.

Website ini, lanjut Afif,  tidak hanya mempermudah transaksi jual-beli, tetapi juga memperkenalkan karya-karya mereka kepada lebih banyak orang.

Nantinya informasi dan foto produk-produk yang dihasilkan oleh anggota komunitas ini akan dikumpulkan dan akan ditampilkan dalam website yang telah dibuat dengan difasilitasi oleh Tim Pengabdian kepada Masyarakat.

Website ini memberikan kendali penuh kepada komunitas dalam mengelola konten, tampilan lebih profesional, dan bisa dipromosikan lewat media sosial serta mesin pencari seperti Google. Dengan begitu, produk mereka bisa dikenal lebih luas,” jelas Afif saat memaparkan materi sosialisasi.

Selain membuat website, kata dia, ke depannya  tim juga akan memberikan pelatihan kepada anggota Komunitas Difabel“Warsa Mundung” cara mengelola website dan strategi pemasaran online.

Hal ini ditujukan agar mereka bisa mandiri dalam memasarkan produk secara digital.

“Kolaborasi ini menunjukkan bahwa teknologi bisa menjadi solusi untuk memberdayakan penyandang disabilitas,” katanya.

Senada dengan apa yang disampaikan Ketua Komunitas Difabel “Warsa Mundung” Kasihan.

Dia menyatakan bahwa kolaborasi semacam ini diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan agar semakin banyak anggota komunitas yang mendapatan kebermanfaatan dan lebih meningkat kesejahteraannya.

“Kami berharap, ke depan Universitas Tidar memperluas kerja sama dengan lebih banyak pihak untuk mendukung ekonomi inklusif,” harapnya. (aro/bis)

Editor : H. Arif Riyanto
#pemasaran online #disabilitas #ngluwar magelang #universitas tidar #Srumbung #untidar #difabel #Pengabdian kepada masyarakat