RADARMAGELANG.ID, Magelang– Warga Magersari yang tinggal di lembah Gunung Tidar, Kota Magelang menyelenggarakan Grebeg Suro.
Acara kebudayaan ini untuk menyambut pergantian tahun dalam kalender Jawa, 1 Suro atau 1 Muharram 1447 Hijriah dalam kalender Islam, yang jatuh pada Kamis (26/6/2025) malam.
Acara ini berlangsung selama dua hari, 25-26 Juni 2025.
Kepala UPT Kebun Raya Gunung Tidar Amirul Nugraheni memprediksi, acara yang dipusatkan di Lapangan Magersari itu akan dihadiri sekitar 8.000 orang. Prediksi ini naik 2.000 dari tahun lalu yang dibanjiri 6.000 orang.
“Panitia menyampaikan akan ada kenaikan 2.000 orang dari tahun sebelumnya yang akan mengikuti ritual Grebeg Suro. Mereka datang dari Magelang dan sekitarnya, juga luar Magelang,” terangnya ketika mendampingi Wali Kota Magelang Damar Prasetyono melihat kesiapan pembukaan Grebeg Suro, Rabu (25/6/2025).
Baca Juga: Gedung Baru Balai Kota Magelang Mencerminkan Gunung Tidar sebagai Pancer yang Diapit Lima Gunung
Ia menjelaskan, ritual Grebeg Suro akan dilakukan di puncak Gunung Tidar.
Sebelumnya akan dilaksanakan kirab dari lapangan kampung, menuju ke terminal lama di Jalan Tidar, dan kembali ke Lapangan Magersari.
“Ritual ini berupa arak-arakan gunungan menuju puncak Gunung Tidar, yang akan dimulai pada pukul 19.30. Setelah sampai puncak, gunungan itu akan digrebeg oleh warga, dan dilanjutkan ada acara wayangan di lapangan bawah (Magersari),” ujarnya.
Menurutnya, acara ini berdampak besar bagi tempat wisata Kebun Raya Gunung Tidar dan warga sekitar.
Selain jumlah pengunjung akan meningkat, ekonomi warga sekitar ikut terkerek.
“Pengalaman tahun lalu, selama bulan Suro, jumlah pengunjung kami mencapai 41.000 orang. Semoga tahun ini meningkatk,” imbuhnya berharap.
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono memberikan apresiasi kepada masyarakat sekitar yang gigih dalam perhelatan ini. Ia memandang, Grebeg Suro merupakan acara kebanggaan masyarakat dan Pemkot Magelang yang harus dilestarikan.
“Gunung Tidar ini menjadi kebanggaan tidak hanya warga Kota Magelang saja, tapi dari segala penjuru Nusantara. mereka juga ingin mendatangi Gunung Tidar. Maka budaya yang ada di sekitar Gunung Tidar, harus dijaga kelestariannya,” ungkapnya.
Ia pun mengimbau kepada masyarakat untuk menjaga kebersihan, keamanan, kenyamanan, dan keindahan kawasan Gunung Tidar. (put/aro)
Editor : H. Arif Riyanto