Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Sekolah Vokasi UNS Gandeng BPSI Tanah dan Pupuk Kementan Kembangkan AI Rabuk Apps untuk Perkuat Potensi Ekspor Salak Magelang

H. Arif Riyanto • Selasa, 17 Juni 2025 | 21:05 WIB
Sekolah Vokasi Universitas Sebelas Maret (UNS) menggandeng Balai Pengujian Standart Instrumen (BPSI) Tanah dan Pupuk Kementerian Pertanian RI dalam pengembangan Artificial Intelligence (AI) Rabuk Apps
Sekolah Vokasi Universitas Sebelas Maret (UNS) menggandeng Balai Pengujian Standart Instrumen (BPSI) Tanah dan Pupuk Kementerian Pertanian RI dalam pengembangan Artificial Intelligence (AI) Rabuk Apps

RADARMAGELANG.ID, Magelang–Sekolah Vokasi Universitas Sebelas Maret (UNS) menggandeng Balai Pengujian Standart Instrumen (BPSI) Tanah dan Pupuk Kementerian Pertanian RI dalam pengembangan Artificial Intelligence (AI) Rabuk Apps.

Ini adalah sebuah aplikasi cerdas yang dirancang untuk membantu petani dalam merekomendasikan dosis dan jenis pupuk yang presisi berdasarkan analisis unsur hara tanah dan anomali iklim.

Margono, petani sekaligus pemilik packing house salak di Magelang mengatakan, selama tujuh tahun terakhir ini salak Magelang harganya hanya Rp 1.000-Rp 5.000 per kg. 

“Petani tidak lagi memiliki gairah dalam mengolah lahan dan merawat tanaman salak,” katanya.

Angin segar berhembus ketika ada permintaan dari negara tetangga, seperti Kamboja dan China, dengan harga jual per kg yang lebih baik.

Fitur Artificial Intelligence (AI) Rabuk Apps.
Fitur Artificial Intelligence (AI) Rabuk Apps.

“Namun adanya permintaan dari Kamboja dan China tersebut harus dengan kualitas buah salak yang baik pula. Hal ini tentu menjadi pekerjaan rumah berat untuk membangkitkan kembali semangat petani dalam membudidayakan salak,” ujarnya.

Sekolah Vokasi UNS hadir dengan membara misi dari riset Terapan Berdikari.

Kegiatan ini didanai oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) melalui skema Penelitian Terapan Berdikari Dikti Saintek.

Kegiatan ini turut mendukung Nawa Cita Presiden, khususnya dalam membangun Indonesia dari pinggiran melalui penguatan sektor pertanian dan peningkatan produktivitas.

Kolaborasi ini tidak hanya menguatkan riset terapan berbasis kebutuhan potensi daerah Jawa Tengah, namun juga ditujukan untuk memberikan dampak langsung bagi peningkatan produktivitas dan kualitas salak di Magelang.

Dengan integrasi teknologi kecerdasan buatan, Rabuk Apps diharapkan dapat menjadi solusi konkret bagi petani salak dalam mengelola pemupukan secara presisi dan berkelanjutan.

 “Melalui Rabuk Apps, kami ingin mendekatkan hasil riset kampus dengan kebutuhan nyata petani dan industri lokal,” ujar Ketua Tim Peneliti dari Sekolah Vokasi UNS Darmawan Lahru R.

Dikatakann Darmawan, selain aplikasi AI Rabuk Apps, pada penelitian ini dikembangkan juga sampai pemupukan presisi berdasarkan kondisi unsur hara tanah.  

“Dengan teknologi ini, diharapakan dapat meningkatkan kembali gairah petani salak di Magelang untuk budidaya salak,” harapnya.

Pun dengan kualitas hasil panen buah salak yang lebih baik dengan rekomendasi pemupukan presisi.  Sehingga diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas hasil panen, tetapi juga daya saing komoditas lokal di pasar internasional. (aro/bis)

Editor : H. Arif Riyanto
#Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) #magelang #petani salak #uns #kementerian pertanian