Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Bentrokan Ormas GPK Magelang dengan TNI yang Viral Beberapa Waktu Lalu, Begini Endingnya

Rofik Syarif Ghirinda Putra • Selasa, 3 Juni 2025 | 19:57 WIB
Anggota Ormas GPK Magelang datangi Markas Kodim 0705/ Magelang meminta audiensi soal bentrok yang viral dan terjadi pada Selasa (28/5/2025) lalu.
Anggota Ormas GPK Magelang datangi Markas Kodim 0705/ Magelang meminta audiensi soal bentrok yang viral dan terjadi pada Selasa (28/5/2025) lalu.

RADARMAGELANG.ID, Magelang--Sebuah video yang memperlihatkan ketegangan antara anggota Ormas Gerakan Pemuda Ka'bah (GPK) Magelang dan TNI viral di media sosial.

Dalam video yang beredar, terlihat seorang anggota ormas menendang bagian pintu depan mobil OZ (Isuzu D-Max) yang dikendarai anggota TNI di sebuah jalan raya.

Kejadian ini disebut terjadi di jalan raya Magelang-Purworejo, tepatnya Tugu pertigaan, Salaman, Kabupaten Magelang.

Kemudian, dalam video berbeda, terlihat sejumlah anggota TNI turun dari truk menghampiri konvoi anggota ormas.

Sedangkan untuk kejadian ini, terjadi di daerah Borobudur, Kabupaten Magelang. 

Pada Senin (2/6/2025), proses mediasi sudah dilakukan antara anggota GPK dengan TNI di fasilitasi Kodim 0705 Magelang.

Komandan Kodim Magelang, Letnan Kolonel Inf Jarot Susanto menyampaikan, tadi pihak GPK mendatangi Kodim Magelang untuk melakukan audiensi.

“Pada intinya, mereka ingin permasalahan atau kesalahpahaman bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Nah, kami dari Kodim Magelang menerima audensi tersebut,” jelasnya usai audiensi.

Ia juga menyampaikan, tadi pada saat audiensi, pihaknya juga mengundang jajaran Forkopimda.

“Tadi ada Bupati Magelang, ada Pak Kapolresta, Bu Kapolres Magelang Kota, Ketua DPRD. Kita mewadahi aspirasi dari mereka, audiensi dari mereka. Ya, intinya Alhamdulillah, hari ini tadi sudah kita selesaikan,” ucapnya.

Letkol Jarot menyampaikan, dari hasil audiensi ini sudah ada permintaan maaf dari GPK.

Dan semoga ke depan semuanya, GPK dan ormas lainnya bisa menjaga kondusifitas wilayah Magelang.

“Dan tentunya tadi dari Pak Kapolresta juga menyampaikan ke depan untuk melakukan taat berlalu lintas,” ujarnya.

Ia mengimbau, seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusifitas wilayah. Kemudian saling menghargai satu sama lain, serta TNI bersama rakyat.

“Sekali lagi, kesalahpahaman yang terjadi di jalanan, seperti beberapa waktu lalu, sudah kita selesaikan. Dan saya minta setelah ini sudah selesai semuanya. Tidak ada aksi-aksi lain yang bisa menciptakan tidak kondusifitas wilayah,” imbaunya.

Salah satu masukan yang diterima pihaknya dari masyarakat yang tadi juga disampaikan ke GPK, soal penggunaan knalpot brong.

Ia juga berharap, untuk seluruh GPK bisa mentaati peraturan lalu lintas dengan tidak menggunakan knalpot brong apalagi sampai bleyer-bleyer di jalan.

“Makanya tadi Pak Kapolresta juga memberikan imbauan. Agar ke depan nanti supaya mentaati peraturan lalu lintas. Karena kan semua berdampak dan masyarakat juga mengeluhkan hal tersebut,” ujarnya. 

Sementara itu, Koordinator GPK Aliansi Tepi Barat Pujiyanto membenarkan lokasi kejadian perselisihan tersebut.

Di Brojonalan, Borobudur, GPK Aliansi Tepi Barat berselisih dengan Batalyon Infanteri 403/Wirasada Pratista.

Sementara, di Tugu Bunderan, Salaman, GPK cekcok dengan Batalyon Infanteri 412/Bharata Eka Sakti.

Pujiyanto membeberkan, perselisihan terjadi ketika anggotanya hendak pulang usai melakukan unjuk rasa di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Magelang. 

Demonstrasi itu membahas masalah kekerasan seksual yang dilakukan pengelola pondok pesantren.

Yanto, panggilan Pujiyanto, menolak memberikan keterangan ihwal pemicu bentrokan dengan satuan tempur TNI.

"Tanyakan ke Dandim dan jajaran," ujarnya usai kegiatan audiensi di Komando Distrik Militer 0705/Magelang.

Kapolresta Magelang Kombes Herbin Garbawiyata Jaya Sianipar menambahkan, GPK Aliansi Tepi Barat menyepakati dua poin dalam audiensi yang turut ditandatangani.

Pertama, GPK menyampaikan permohonan maaf kepada TNI dan masyarakat atas bentrokan. 

"Permintaan maaf karena dari GPK ada yang menendang pintu mobil (Yonif) 412," kata Herbin. 

Kedua, GPK berjanji menjaga ketertiban lalu lintas dalam melakukan aksi-aksi yang melibatkan banyak anggotanya. (rfk/aro) 

Editor : H. Arif Riyanto
#Gerakan Pemuda Ka'bah #borobudur #Herbin Garbawiyata Jaya Sianipar #Kodim 0705 magelang #Kapolresta Magelang #Jarot Susanto