RADARMAGELANG.ID, Magelang – Universitas Tidar (Untidar) Magelang resmi menerima 2.139 calon mahasiswa baru melalui jalur Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT) tahun 2025.
Hasil seleksi diumumkan secara serentak di seluruh Indonesia, Rabu (28/5/2025) lalu.
Koordinator Pelaksana UTBK SNBT 2025 Untidar Muh Azril menyampaikan, ribuan peserta yang lolos tersebut terbagi dalam beberapa jenjang pendidikan.
Sebanyak 132 diterima di program studi diploma tiga (D3), kemudian 91 diterima di program studi diploma empat (D4), dan sisanya 1.916 diterima di program studi sarjana (S1).
Azril tidak menampik, pada penerimaan mahasiswa baru kali ini, nama Untidar Magelang sudah mulai terkenal luas.
Dari sebaran peminat yang mendaftar ke Untidar Magelang, mereka berasal dari 34 provinsi di Indonesia.
“Meskipun yang di luar Pulau Jawa masih belum terlalu tinggi untuk angka peminatnya, namun ini sudah merupakan pencapaian bagus bagi kami (Untidar),” katanya.
Ia menyampaikan, untuk SNBT tahun 2025 ini, total ada 16.162 calon mahasiswa jalur SNBT yang mendaftar di Untidar.
Belasan ribu pendaftar itu tersebar di 34 provinsi di Indonesia.
Namun dari 2.139 peserta yang lolos seleksi berasal dari 21 provinsi.
Mayoritas berasal dari Jawa Tengah dengan persentase 86,72 persen.
Lalu, Jawa Barat ada 5,1 persen, Jogja 3,8 persen, Jakarta 1,98 persen, dan sisanya di bawah satu persen.
Jumlah peminat itu, kata dia, naik 5,32 persen dibandingkan tahun sebelumnya, yakni 12.674 pendaftar.
Dan dari puluhan prodi yang ada, prodi D3 Farmasi menjadi prodi favorit Untidar kali ini.
“Total ada 2.155 peminat, padahal daya tampungnya hanya 51. Dan prodi favorit yang kedua itu ada D3 Akuntansi ada 1.647 peminat dengan daya tampung 81,” jelasnya.
Sedangkan untuk di prodi S1, jurusan Manajemen dan Ilmu Komunikasi masih menjadi favorit para calon mahasiswa baru.
Azril menjelaskan, untuk Manajemen itu peminatnya 802 calon mahasiswa baru, dan untuk Ilmu Komunikasi ada 772 calon mahasiswa baru.
"Bagi peserta yang belum diterima, baik dari jalur SNBP maupun SNBT, kami masih membuka enam jalur seleksi mandiri," katanya. (rfk/aro)
Editor : H. Arif Riyanto