RADARMAGELANG.ID, Magelang - RSUD Tidar Kota Magelang tak berhenti berinovasi. Setidaknya ada dua inovasi dihadirkan untuk memberikan kemudahan pelayanan kepada pasien. Inovasi itu meliputi Santan Manis Siap Edar, Sahabat Si Manis, Si Emak Cantik, dan Emoh Report Sistem.
Ahli gizi, Setya Artati Kurnia Sari, S.Gz, menjelaskan, Santan Manis Siap Edar merupakan akronim dari Pengawasan Kepatuhan Diet Kencing Manis RSUD Tidar. Sebuah inovasi yang dikembangkan untuk meningkatkan kualitas hidup dan kualitas pelayanan gizi bagi pasien diabetes melitus (DM), baik pada pasien rawat jalan maupun rawat inap.
“Kami juga merancang kegiatan pendukung inovasi Santan Manis Siap Edar, agar tercapai tujuan yang diharapkan,” jelasnya, Jumat (23/5/2025).
Kegiatan yang dimaksud antara lain, pemberian menu pilihan bagi pasien DM rawat inap dan edukasi atau konsultasi bagi pasien. Selanjutnya membentuk grup DM IKADAR, melaksanakan senam DM secara berkala, serta melakukan pemantauan diet DM melalui aplikasi berbasis Android.
“Untuk menunjang program ini, tim inovasi menciptakan aplikasi yang berbasis Android, yang terdapat beberapa macam inovasi dalam aplikasi ini,” jelasnya.
Menu dalam aplikasi itu, meliputi info pengguna, jenis asupan, jumlah dan waktu makan, level gula darah, informasi BB dan TB, saran aktivitas, informasi obat, laporan berkala, jejak rekam medis, dan konsultasi forum.
Inovasi ini diyakini memiliki dampak yang luas. Tidak hanya dari sisi kesehatan saja, namun juga berdampak pada sosial, ekonomi, lingkungan, psikologis, dan lainnya.
Dari sisi aspek sosial, integrasi inovasi Santan Manis siap Edar memberikan pelayanan gizi yang paripurna, meningkatkan pelayanan dalam satu area terpadu.
Sementara aspek ekonominya, membuat layanan lebih efektif dari sisi waktu, baik bagi petugas, pasien maupun keluarga pasien. Lalu efisien dari sisi pembiayaan tanpa menggunakan biaya transportasi.
“Dari sisi aspek lingkungan, pasien menjadi lebih tahu bagaimana cara menjaga kesehatan. Aspek psikologisnya, pasien merasa dirinya mendapat perhatian maksimal dari Tim Santan Manis Siap Edar secara langsung,” ungkapnya.
Masih soal penanganan DM, Ana Oftiyani, S.Kep., Ners, juga menciptakan inovasi Si Manis. Inovasi ini dilatarbelakangi oleh bahaya penyakit DM. Merupakan salah satu Penyakit Tidak Menular (PTM) yang bersifat kronis dan mengancam jiwa, dikarenakan komplikasi yang ditimbulkan.
Menurut International Diabetes Federation (IDF) pada 2021, sebanyak 537 juta orang dewasa berumur 20-79 tahun dari keseluruhan populasi di dunia menderita DM. Tahun 2045 bahkan diperkirakan akan meningkat menjadi 783 juta orang.
“Prevalensi penderita DM di Indonesia menurut IDF pada tahun 2045 menjadi urutan ketujuh dunia dengan perkiraan jumlah penderita mencapai 16,7 juta jiwa dari total seluruh populasi penduduk,” jelasnya.
Berbagai tantangan dalam pembangunan kesehatan disebabkan faktor globalisasi, industrialisasi, dan kemajuan teknologi. Hal tersebut akan memengaruhi pola hidup yang berhubungan dengan kesehatan masyarakat. Selain itu juga di era digital seperti saat ini, orang akan cenderung kurang bergerak dan kurang waktu untuk melakukan olahraga. Kegiatan sehari-hari banyak dilakukan di dunia maya dan aktivitas yang dilakukan lebih banyak duduk.
“Pola makan yang tidak sehat seperti makan terlalu berlebihan dan kurang buah, sayur, dan lebih banyak konsumsi gula, garam, dan lemak akan berpengaruh terhadap tingginya akan penyakit tidak menular salah satunya adalah DM ini,” tandasnya.
Inovasi Sahabat Si Manis merupakan inovasi tentang 5 pilar penatalaksanaan DM. Bertujuan untuk mengurangi angka readmisi pasien DM yang dirawat di RSUD Tidar Kota Magelang dan untuk mengurangi angka prevalensi penyakit DM di Kota Magelang. “Sehingga target global pengendalian PTM pada tahun 2025 dan SDGs tahun 2030 akan tercapai,” tambahnya.
Adapun manfaat yang diperoleh dari aplikasi Sahabat Si Manis adalah akan membantu pasien dan keluarga dengan DM dalam melakukan perawatan saat di rumah. Dari pengelolaan diet atau makanan yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi, latihan atau olahraga yang bisa dilakukan, pemantauan kadar gula darah. Kemudian mengetahui pemberian terapi, seperti pemberian insulin injeksi maupun obat oral yang harus diberikan.
“Harapannya, saat keluarga atau pasien sendiri masih bingung saat di rumah, maka saat itu juga bisa membuka atau mengakses dari gawai untuk melihat hal-hal yang ingin diketahui saat lupa,” jelasnya.
Selanjutnya, inovasi Si Emak Cantik (Stimulasi Efflurage Massage, Kompres Coolpack and Foto New Baby Born) oleh Asih Warastuti, S.Tr.Keb. Inovasi ini untuk mendukung proses melahirkan nyaman, penuh kenangan, untuk menciptakan generasi berkualitas.
Stimulasi effleurage massage merupakan pemberian pijatan lembut pada perut dan punggung ibu pasca melahirkan untuk mengurangi nyeri dan stres. Lalu, kompres coolpack, penggunaan kompres dingin untuk mengurangi pembengkakan dan nyeri pada perineum pascamelahirkan.
RSUD Tidar Kota Magelang juga turut mengabadikan kenangan melalui layanan foto new baby born. Merupakan kegiatan pemotretan bayi baru lahir untuk mengenang momen berharga dan meningkatkan bonding antara ibu dan bayi.
“Inovasi ini memberikan manfaat untuk meningkatkan kenyamanan dan kepuasan ibu pascamelahirkan, serta menghasilkan kenangan berharga bagi keluarga,” imbuhnya.
Menurutnya, Si Emak Cantik hadir untuk merubah citra persalinan yang sakit dan menegangkan menjadi hal yang dinantikan dan diharapkan. Serta melukiskan kenangan indah dalam memulai awal menjadi keluarga baru.
“Si Emak Cantik telah meningkatkan kepuasan pasien dan keluarga di RSUD Tidar, serta meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak.Persalinan nyaman ibu n bayi pulang penuh kenangan,” ungkapnya.
Inovasi lainnya adalah Emoh Report Sistem (Elektro-medik on the Hospital Report System) dari unit Instalasi Pemeliharaan Sarana & Prasarana Rumah Sakit (IPSPRS).
RSUD Tidar Kota Magelang menggunakan teknologi digital dalam mewujudkan smart hospital.
Smart hospital memanfaatkan sistem digital untuk mengintegrasikan data dan pelayanan kesehatan yang kompleks, sehingga dapat digunakan untuk menerapkan pelayanan yang jauh lebih efektif dan efisien.
Untuk mewujudkan smart health, dalam hal ini terkait manajemen fasilitas dan keselamatan pasien, diperlukan beberapa teknologi berbasis digital yang saling terintegrasi dan mendukung efisiensi dan efektivitas pelayanan di masing-masing unit pelayanan rumah sakit.
Unit IPSRS yang melayani penanganan kendala pengoperasian peralatan medis berupaya untuk turut mewujudkannya dengan membuat sebuah inovasi pelaporan pelayanan Emoh Report Sistem ini. Sebuah aplikasi yang digunakan oleh unit perawatan di rumah sakit ketika melakukan pesanan pelayanan elektromedis ke Unit IPSRS untuk menangani kendala pengoperasian alat kesehatan di RSUD Tidar Kota Magelang. (put/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo