RADARMAGELANG.ID, Magelang—Layanan BPJS Kesehatan Cabang Magelang akan dipusatkan di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Magelang mulai Juni 2025.
Pengalihan layanan administrasi kepesertaan ke MPP tersebut untuk memberikan kemudahan bagi peserta program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Sementara tahap uji coba akan dilaksanakan pada 1 Juni mendatang.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Magelang Maya Susanti menyebutkan, pengalihan layanan administrasi dari kantor BPJS Kesehatan ke MPP Kabupaten Magelang semata-mata untuk memberikan kemudahan bagi peserta JKN.
Pertimbangannya, MPP juga menghadirkan layanan-layanan dari instansi lain yang mendukung pelayanan program JKN, seperti Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Dinas Sosial (Dinsos), juga Dinas Kesehatan (Dinkes).
“Artinya, jika masyarakat sedang mengurus kepesertaan BPJS Kesehatan dan membutuhkan pelayanan dari instansi lainnya, dapat langsung mengurus dalam satu waktu, di tempat yang sama,” terang Maya kepada Jawa Pos Radar Magelang, Selasa (20/5/2025).
Akan banyak keuntungan yang dirasakan oleh masyarakat ketika pelayanan administrasi kepesertaan BPJS Kesehatan bergabung di MPP Kabupaten Magelang.
Yang pasti, hemat waktu dan hemat biaya, karena tidak perlu wara-wiri untuk mengurus dari instansi satu ke instansi lainnya.
“Transformasi mutu layanan ini diharapkan dapat mendukung kecepatan layanan BPJS Kesehatan,” tambahnya.
Loket BPJS Kesehatan di MPP Kabupaten Magelang akan memiliki fungsi yang sama dengan layanan kepesertaan di kantor BPJS Kesehatan sebelumnya.
Petugas akan melayani pendaftaran peserta baru, perubahan data peserta, informasi program JKN, dan lainnya.
“Masyarakat cukup mempersiapkan KTP-elektronik dan Kartu Keluarga (KK) sebelum mengakses layanan BPJS Kesehatan di MPP Kabupaten Magelang,” terangnya.
Sementara itu, BPJS Kesehatan Kedeputian Wilayah VI Jateng-DIY mengundang berbagai awak media dari berbagai daerah untuk melihat langsung proses shifting atau pemindahan layanan BPJS Kesehatan Cabang Surakarta ke MPP Kabupaten Sukoharjo.
Asisten Deputi Bidang SDMUK BPJS Kesehatan Kedeputian Wilayah IV Jateng-DIY Wahyu Kris Budianto menambahkan, dari 40 kantor cabang di kedeputian wilayah IV, ada enam kantor cabang BPJS Kesehatan yang telah melakukan pemindahan secara penuh.
Meliputi Demak, Banjarnegara, Rembang, Sukoharjo, Purworejo, dan Grobogan. Sementara sisanya melakukan pelayanan secara terjadwal di MPP.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Surakarta Debbie Nianta Musigiasari mengatalan, pihaknya mengintegrasikan layanan ke MPP Sukoharjo sejak Oktober 2024, sekaligus menjadi percontohan di kedeputian.
Sampai dengan saat ini, BPJS Kesehatan membuka tiga loket di MPP tersebut.
“Di MPP ini, masyarakat bisa mendapatkan one stop service,” imbuhnya dalam acara diskusi media dalam rangka Peningkatan Kualitas dan Mutu Layanan untuk JKN yang Berkelanjutan.
Pemindahan layanan ini mendukung pemanfaatan MPP sebagai kanal layanan tatap muka.
Masyarakat juga antusias memanfaatkan layanan BPJS Kesehatan di MPP Sukoharjo.
Hal ini dibuktikan dengan tren kunjungan yang tercatat periode Oktober 2024 sampai dengan April 2025.
Pada Oktober 2024 jumlah kunjungan layanan mencapai 952 orang. Kemudian meningkat di April 2025 menjadi 1.190 kunjungan.
“Rata-rata, kami melayani 70-80 orang per hari di MPP Sukoharjo,” tambahnya.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sukoharjo Djoko Poernomo menyebutkan, pihaknya memang sempat merasa khawatir akan terjadi sumbatan antrean di loket BPJS Kesehatan.
Pihaknya melangkah cepat dengan menyediakan kursi yang lebih banyak di sekitar loket BPJS Kesehatan.
Selain itu,pihaknya meminta agar BPJS Kesehatan menempatkan petugas yang mumpuni, agar bisa memberikan pelayanan yang cepat.
“Bahkan kami telah mempersilakan BPJS Kesehatan untuk menambah jam operasional jika memang masih ada masyarakat yang perlu dilayani,” ungkapnya.
Kebijakan itu untuk memberikan kenyamanan dan pelayanan paripurna untuk masyarakat. (put/aro)
Editor : H. Arif Riyanto