RADARMAGELANG.ID, Magelang– Kecelakaan tragis di Desa Kalijambe, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Rabu (7/5/2025) menyisakan duka mendalam bagi keluarga besar SD Islam Tahfidz Quran As Syafi’iyah, Mendut, Mungkid, Kabupaten Magelang.
Sebanyak 10 guru sekolah setempat meninggal setelah angkot yang ditumpanginya ditabrak dump truk bermuatan pasir yang mengalami rem blong.
Akibatnya, 4 penumpang angkot luka-luka dan 11 lainnya meninggal di lokasi kejadian.
Rombongan sekolah tersebut hendak takziah ke rumah orang tua kepala sekolah, yakni almarhum KH Barzakki, di Desa Penungkulan, Gebang, Purworejo.
Rombongan takziah tersebut tidak hanya menumpang mobil angkot.
Tetapi ada juga mobil sekolah. Salah satu guru SD setempat, Siti Nur Rodhiyah, selamat dari kejadian tersebut karena tidak menumpang angkot.
Namun ia sangat syok atas kejadian tersebut.
Ia tak menduga 10 rekan guru di sekolahnya meninggal.
Diceritakan April Nur, kakak dari Siti Nur Rodhiyah, guru sekolah tersebut, adiknya hendak ikut naik angkot.
Namun tempat minumnya ketinggalan di sekolah, lalu ia mengambil tempat minum tersebut di ruangannya.
“Begitu dia kembali ke angkot, ternyata angkot sudah penuh. Lalu ia naik mobil milik sekolah bersama guru lain. Ternyata ini takdir yang justru menyelamatkan adik saya,”ujarnya ketika dihubungi Jawa Pos Radar Magelang.
Sampai saat ini sang adik masih syok dengan kejadian yang menimpa rekan-rekan guru di sekolahnya.
Apalagi salah satu guru, Aulia Anggi Prastiwi, barusan menikah sekitar 17 hari lalu, tepatnya pada 20 April 2025.
Pagi kemarin sebelum berangkat takziah, guru warga Dukuh Semaken RT 1 RW 15 Desa Pucungrejo, Muntilan, Kabupaten Magelang tersebut sempat curhat ingin segera hamil sebelum suaminya berangkat berlayar lagi.
Kecelakaan maut di Desa Kalijambe ini melibatkan truk tronton bernopol B 9970 BYZ yang menabrak angkot Kopada warna biru di depannya yang ditumpangi guru SD Islam Tahfidz Quran As Syafi’iyah.
Akibat peristiwa kecelakaan tersebut, 11 orang dinyatakan tewas di lokasi kejadian dan enam korban mengalami luka-luka.
Sebanyak 10 dari 11 korban tewas adalah guru SD Islam Tahfidz Quran As Syafi’iyah. Sedangkan satu korban tewas lainnya adalah sopir angkot Kopada. (lis)
Editor : H. Arif Riyanto