RADARMAGELANG.ID, Magelang—Pemkot Magelang mengalokasikan Rp 2,07 miliar dari APBD penetapan untuk program peningkatan kualitas rumah tidak layak huni (RTLH) tahun 2025.
Program bedah rumah ini menyasar 138 keluarga. Masing-masing keluarga akan menerima bantuan senilai Rp 15 juta.
Fungsional Penata Kelola Perumahan Disperkim Kota Magelang Nurul Aini Shinta Dewi mengatakan, mestinya ada 150 keluarga yang mendapatkan alokasi program peningkatan RTLH.
Namun dalam perjalanannya ada 12 penerima yang gugur.
"Ternyata saat diverifikasi awal, mereka tidak menenuhi syarat. Ada yang meninggal dan lainnya," ujarnya di sela sosialisasi kepada calon penerima manfaat di Gedung Prajurit Kodim 0705/Magelang, Selasa (6/5/2025).
Dalam pelaksanaan tahun ini, Disperkim kembali menggandeng Kodim 0705/Magelang untuk menjadi koordinator dan penyedia tukang.
Banyak keunggulan yang bisa dirasakan ketika program ini jalan beriringan dengan Kodim.
Paling terasa pada kecepatan pengerjaan dan terjamin ketersediaan SDM tukang.
"Sebelum sama Kodim 0705/Magelang, kita menyelesaikan 60 unit rumah membutuhkan waktu minimal tiga bulan. Setelah dengan Kodim, pada tahun 2023, dari target 668 unit rumah, bisa selesai separuhnya hanya dalam waktu tiga bulan saja," terangnya.
Jika tanpa Kodim 0705/Magelang, masyarakat kesulitan mencari tukang.
"Kadang harus bergiliran, jadi lama," imbuhnya.
Pasiter Kodim 0705/Magelang Kapten Kav Sriyanto menyatakan siap mendukung program pemerintah dan melebur dengan masyarakat.
Pihaknya telah mendukung program peningkatan RTLH sejak 2022.
Pada tahun ini, pihaknya menyelesaikan 200 unit, 2023 sebanyak 668 unit, dan pada 2024 sebanyak 200 unit.
"Di anggaran penetapan tahun ini kami akan menyelesaikan 138 unit rumah, yang akan kami mulai Senin (12/5/2025) mendatang," ujarnya.
Pihaknya menerjunkan 12 tim yang terdiri atas 30 personel TNI.
Selama pelaksanaan kegiatan, Kodim akan dibantu oleh masyarakat setempat, supaya pengerjaannya selesai tepat waktu.
"TNI selalu berada di tengah-tengah masyarakat dan menjadi solusi untuk mengatasi kesulitan rakyat," katanya.
TNI hadir juga tidak sekadar membantu pelaksanaan saja, tapi juga ikut memonitori pascakegiatan. Pihaknya ingin memastikan masyarakat ikut merawat hasil kegiatan.
Calon penerima bantuan, Supriyadi, warga Bojong, Jurangombo Selatan, mengaku senang menjadi salah satu penerima program peningkatan RTLH.
Dia sendiri tidak memiliki uang untuk membetulkan atap rumah yang telah lapuk dan nyaris ambruk.
"Saya sangat senang mendenggar kabar ini. Usuk atap rumah saya sudah banyak yang patah, sudah 25 tahun belum diganti, Alhamdulillah dibantu pemerintah," ujarnya. (put/aro)
Editor : H. Arif Riyanto