Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Polresta Magelang Bongkar Makam Warga Pakis, Diduga Korban Pengeroyokan

Rofik Syarif Ghirinda Putra • Minggu, 4 Mei 2025 | 05:00 WIB
Tim forensik Polda Jateng bersama jajaran Satreskrim Polresta Magelang melakukan pembongkaran makam JS, di Pakis Kabupaten Magelang yang di duga menjadi korban pengeroyokan.
Tim forensik Polda Jateng bersama jajaran Satreskrim Polresta Magelang melakukan pembongkaran makam JS, di Pakis Kabupaten Magelang yang di duga menjadi korban pengeroyokan.

RADARMAGELANG.ID, Mungkid  – Polresta Magelang melakukan pembongkaran makam atau ekshumasi JS, 39, warga Pakis, Kabupaten Magelang.

Pembongkaran makam yang dilakukan pada Sabtu, 3 Mei 2025 ini dilakukan polisi untuk menyelidiki kemungkinan JS merupakan korban pembunuhan.

Proses pembongkaran makam dilakukan langsung oleh tim dokter Labfor Polda Jateng di pemakaman umum Bawang, Pakis. Proses pembongkaran dimulai pukul 10.00.

JS awalnya ditemukan warga di  Jalan Magelang-Kopeng, Krajan, Tegalrejo, Kabupaten Magelang dengan dugaan awal laka tunggal pada Kamis, 1 Mei. 

Saat itu, usai dievakuasi dan dibawa di RSUD Tidar Kota Magelang, jenasah JS langsung dimakamkan keluarga.

Kapolsek Tegalrejo, AKP Zubaidah menyampaikan, informasi awal pada Kamis, 1 Mei itu anggota mendapatkan laporan adanya seseorang jatuh di selokan di Jalan Magelang-Kopeng sekitar pukul 06.30. 

Sesampainya anggota di TKP, orang tersebut sudah dalam keadaan meninggal dunia dan di TKP juga ada motor korban. “Dugaan awal itu laka tunggal,” jelasnya.

Namun, setelah dilakukan berbagai penyelidikan yang dilakukan anggota Reskrim Polresta Magelang dan Polsek Tegalrejo, kejadian tersebut diduga bukan kecelakaan. Namun ada indikasi kekerasan.

“Dari hasil indikasi tersebut, kita melakukan upaya pembongkaran makam. Dengan maksud untuk dilakukan otopsi,” ucapnya.

Pada saat ditemukan awal, Zubaidah menjelaskan, ditemukan adanya luka. Luka memar di dada, luka di mata sebelah kiri, dan luka di kepala. JS  merupakan  pedagang buah musiman, khususnya durian.

Sementara itu, Kasatreskrim Polresta Magelang AKP La Ode Arwansyah, menjelaskan bahwa awalnya, pihak kepolisian lalu lintas menyimpulkan bahwa kematian JS disebabkan oleh kecelakaan lalu lintas.

Keluarga korban pun menerima hasil penyelidikan tersebut, dan JS kemudian disemayamkan di tempat pemakaman umum di Dusun/Desa Bawang, Pakis, yang merupakan tempat tinggalnya.

Namun, saat dilakukan visum awal, tim Inafis menemukan luka-luka yang mencurigakan yang umumnya tidak terdapat pada korban kecelakaan. "Ada lebam-lebam di dada dan lengan," ujar Arwansyah.

Menyusul temuan tersebut, kepolisian memutuskan untuk membongkar makam JS untuk melakukan otopsi.

"Kami menduga ada kejadian pengeroyokan sebelum korban meninggal," tambahnya.

Proses penyelidikan lebih lanjut diharapkan dapat mengungkap penyebab pasti kematian JS dan menuntaskan kasus ini. (rfk/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#korban kecelakaan #Polresta Magelang #ekshumasi #Kabupaten Magelang #pembongkaran makam #Pakis #pengeroyokan