RADARMAGELANG.ID, Magelang—Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menegaskan bahwa pendidikan bukan semata-mata tanggung jawab sekolah.
Melainkan tanggung jawab kolektif yang harus dipikul seluruh elemen, terutama pemerintah daerah.
“Tugas kita tugas bersama adalah memastikan bahwa setiap anak di Kota Magelang tidak hanya duduk di bangku sekolah, tetapi benar-benar tumbuh menjadi pribadi yang utuh yaitu cerdas secara intelektual, kuat dalam karakter, dan tangguh dalam menghadapi tantangan global,” katanya di hadapan ribuan guru yang mengikuti silaturahmi yang diselenggarakan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kota Magelang di GOR Samapta Kota Magelang, beberapa hari lalu.
Damar berpesan agar para guru tidak menyepelekan tantangan zaman sekarang.
Menurutnya, arus perubahan zaman sekarang begitu cepat.
Pendidikan karakter sangat krusial.
“Anak-anak bukan hanya perlu menguasai ilmu, tetapi juga perlu dibekali dengan nilai-nilai moral, seperti kejujuran, empati, tanggung jawab, dan toleransi,” jelasnya.
Sebagai guru, Damar ingin tidak sekadar mengajarkan. Tapi juga menjadi teladan baik dalam hal nilai, sikap, dan etika.
“Guru bukan hanya penyampai materi, tetapi juga penjaga moral generasi (bangsa),” pesannya.
Pada kesempatan itu Damar mengapresiasi banyaknya inovasi luar biasa yang muncul dari sekolah- sekolah di Kota Magelang, mulai dari teknologi, literasi, hingga pengembangan metode pembelajaran yang kreatif.
“Semua ini menjadi bukti bahwa pendidikan kita tidak stagnan, tetapi terus bergerak maju, adaptif, dan responsif terhadap perkembangan zamam. Namun, kita perlu memastikan bahwa proses belajar tidak boleh berhenti saat sudah mengajar atau sudah selesai ujian saja,” ungkapnya.
Ketua Panitia Kegiatan yang juga Ketua K3S Kota Magelang Lukman Novianto menyatakan, kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 1.700 guru jenjang SD/MI dan SMP/MTs se-Kota Magelang.
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat tali persaudaraan antartenaga pendidik, sekaligus membangun sinergi yang lebih kuat dalam memajukan kualitas pendidikan. (put/aro)
Editor : H. Arif Riyanto