RADARMAGELANG.ID, Radar Magelang –Paroki Santo Ignatius Magelang menggelar kirab salib mengitari Alun-alun Kota Magelang, Jumat (18/4/2025).
Kirab salib perdana ini diikuti kurang lebih 700 umat Katolik di Magelang.
Kirab salib 2025 dimulai dari Gereja Santo Ignatius Magelang sebagai titik start sekaligus finish.
Dari Gereja Santo Ignatius, umat berjalan melalui Jalan Veteran, Jalan Ahmad Yani melintas di depan kantor PDAM, Mako 2 Polres Magelang Kota, kemudian menuju Alun-alun Kota Magelang, dan berhenti di Polres Magelang Kota.
Setelah acara seremonial di Polres Magelang Kota, dilanjutkan dengan jalan salib menuju Gereja Santo Ignatius Magelang.
“Kirab salib ini sebagai wujud nyata Gereje Katolik untuk tampil dan berkontribusi bagi Kota Magelang,” ungkap Ketua Panitia Kirab Salib Albertus Indra Febriawan kepada Jawa Pos Radar Magelang.
Indra mengatakan, acara kirab ini juga upaya untuk mensupport keberagamaan dan toleransi.
Tujuannya, untuk bisa menyatukan perbedaan dan merekatkan kerukunan di Kota Magelang.
“Kita berjalan dari Gereja Katolik Santo Ignatius menuju Polres Magelang Kota, di sana ada acara simbolis bersama wali kota dan wakil wali kota Magelang. Dilanjutkan dengan proses peragaan Yesus memanggul salib menuju halaman Gereja Katolik Santo Ignatius,” jelasnya.
Kepala Paroki Santo Ignatius Romo Alip Suwito R.P mengatakan, di momen Wafat Isa Al Masih ini, pihaknya bersungguh-sungguh ingin membawa toleransi keberagamaan dan tentu yang paling penting adalah di dalam kasih dan berkat Tuhan.
Romo Alip menjelaskan, makna jalan salib ini adalah pihaknya dalam hal ini umat Katolik ingin ikut ambil bagian dalam cinta Tuhan.
Meski jalan salib itu adalah penderitaan, namun menurut Romo Alip, mengutip sambutan Wali Kota Magelang Damar Prasetyono, tanpa berkorban cinta itu hanya omong kosong.
“Cinta itu pasti berkorelasi dengan berkorban. Pengorbanan yang dilakukan Yesus ini adalah kami yang persembahkan untuk Kota Magelang,” katanya.
“Dan ini merupakan cara kami menghayati dan mengimani untuk kehidupan kami sebagai umat beriman Katolik. Tapi kami juga tidak lupa, kalau kami ini tinggal mengakar bersama di Kota Magelang,” imbuhnya. (rfk/aro)
Editor : H. Arif Riyanto