RADARMAGELANG.ID–Kota Magelang adalah sebuah kota mungil yang terletak di Provinsi Jawa Tengah.
Tahun 2025 ini, Kota Magelang merayakan hari jadinya ke-1119 pada 11 April 2025.
Kota Magelang menyimpan beragam fakta unik yang jarang diketahui banyak orang.
Meski luasnya hanya sekitar 18 km², Kota Magelang memiliki posisi strategis yang menjadikannya simpul penting antara dua kota besar, Semarang dan Jogjakarta.
Namun, bukan hanya letaknya yang menarik, sejarah hingga perannya dalam pertahanan negara juga membuat kota ini istimewa.
Tapi jangan keliru, Kota Magelang dan Kabupaten Magelang adalah dua wilayah administrasi yang berbeda.
Jika Kabupaten Magelang memiliki Candi Borobudur, berikut ini fakta-fakta unik seputar Kota Magelang.
1. Dikelilingi Gunung dan Pegunungan
Kota Magelang terletak di tengah-tengah Kabupaten Magelang dan dikenal karena dikelilingi oleh pegunungan dan gunung-gunung yang megah.
Ada Gunung Merapi yang sangat aktif di sebelah Tenggara, Gunung Merbabu yang hijau dan megah di timur, serta Gunung Sumbing dan Sindoro di sebelah barat memberikan lanskap alam yang memukau.
Baca Juga: Hari Jadi ke-1119 Kota Magelang, Melangkah Bersama untuk Magelang yang Sejahtera
Baca Juga: Catat Tanggalnya Lur! Akan Digelar Grebeg Gethuk di Alun-Alun Kota Magelang
Selain gunung-gunung besar tersebut, ada Gunung Andong dan Gunung Telomoyo yang terletak di sebelah timur laut Kota Magelang.
Di tengah bentang alam ini, udara di Magelang relatif sejuk dan bersih, menjadikannya tempat ideal untuk tinggal atau sekadar melepas penat dari hiruk-pikuk kota besar.
2. Akademi Militer Terletak di Kota ini
Magelang menjadi rumah bagi satu-satunya Akademi Militer (Akmil) di Indonesia.
Institusi ini telah melahirkan banyak pemimpin militer, termasuk beberapa tokoh penting nasional. Pada pemerintahan saat ini, Presiden Prabowo yang juga lulusan Akmil Magelang, telah mengadakan retret untuk para menteri dan kepala daerah di tempat ini.
Kompleks Akmil yang luas, dengan fasilitas latihan lengkap serta pemandangan Gunung Tidar di latarnya, menjadi simbol kedisiplinan dan patriotisme di tengah kota.
Tak jarang, kegiatan upacara dan latihan taruna menjadi tontonan menarik bagi warga sekitar, sekaligus sumber kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Magelang.
3. Termasuk dalam Salah Satu Kota Tertua di Indonesia
Fakta ketiga yang tak kalah menarik yaitu Kota Magelang merupakan salah satu kota tertua di Indonesia, dengan usia lebih dari 1.100 tahun.
Hari jadi kota ini ditetapkan berdasarkan Prasasti Mantyasih yang berasal dari tahun 907 Masehi.
Dalam prasasti tersebut, disebutkan nama seorang raja bernama Rakai Watukura Dyah Balitung dari Kerajaan Mataram Kuno, serta daftar raja-raja pendahulunya.
Salah satu desa yang tercatat dalam prasasti itu adalah Hujung Mataram, yang diyakini sebagai cikal bakal Magelang saat ini.
Penemuan prasasti ini memperlihatkan bahwa wilayah Magelang sudah memiliki struktur pemerintahan dan peradaban sejak awal abad ke-10, menjadikannya bagian penting dari sejarah awal Tanah Jawa.
Baca Juga: Wali Kota Magelang Halal Bihalal dengan ASN: Saling Memaafkan, Eratkan Silaturahmi dan Sinergi
Baca Juga: 13 Khasiat Rebung yang Jarang Diketahui, Salah satunya Mengontrol Kadar Gula Darah
4. Lokasinya yang Strategis
Meski luasnya kecil, Kota Magelang memiliki peran penting sebagai simpul konektivitas antarwilayah di Jawa Tengah dan sekitarnya.
Kota ini dilintasi jalur utama yang menghubungkan Semarang dan Jogjakarta.
Letaknya yang berada di tengah-tengah jalur wisata dan logistik menjadikan Kota Magelang titik persinggahan bagi wisatawan, pelintas, maupun kegiatan distribusi barang.
Tak heran jika sektor perdagangan dan jasa di kota ini tumbuh cukup pesat, didukung oleh infrastruktur jalan nasional yang terus dikembangkan.
Meskipun tidak memiliki bandara atau pelabuhan besar, daya tarik geografis Magelang tetap tinggi berkat kemudahan akses dan kedekatannya dengan destinasi ikonik seperti Candi Borobudur, Ketep Pass, serta Jogjakarta.
5. Memiliki Bukit yang Disebut Pakunya Tanah Jawa
Fakta terakhir yang menjadi ciri khas Magelang adalah keberadaan sebuah bukit yang sangat ikonik dan penuh makna spiritual, yaitu Gunung Tidar.
Bukit ini kerap disebut sebagai "pakunya tanah Jawa," merujuk pada keyakinan masyarakat bahwa Gunung Tidar adalah titik yang menstabilkan atau memaku Pulau Jawa agar tidak bergeser atau “oleng.” Lebih dari sekadar legenda, Gunung Tidar menjadi pusat spiritual yang menyimpan banyak nilai sejarah dan religi.
Salah satu tempat penting di Gunung Tidar adalah petilasan Syekh Subakir, seorang ulama dari Persia yang diutus untuk menyebarkan Islam dan konon ia berhasil menetralisir kekuatan gaib yang dahulu dipercaya menguasai tanah Jawa.
Menurut cerita rakyat, Syekh Subakir bertapa di Gunung Tidar dan menancapkan paku spiritual sebagai penetral energi negatif. Hingga kini, petilasan tersebut masih sering diziarahi oleh masyarakat dari berbagai daerah. (rizky wibowo/aro)
Editor : H. Arif Riyanto