RADARMAGELANG.ID, Magelang – Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dan kebijakan tarif impor sebesar 32% yang diberlakukan oleh Amerika Serikat telah mempengaruhi sektor perekonomian Indonesia.
Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Tidar Prof Dr Izza Mafruhah mengungkapkan beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengatasi situasi ini guna menjaga stabilitas perekonomian di Indonesia dalam jangka waktu panjang.
Menurut dia, solusi utama yang dapat dilakukan adalah dengan meningkatkan ketahanan pangan, yaitu pada sektor pertanian di Indonesia.
“Indonesia memiliki potensi luar biasa di sektor pertanian dengan tanah yang subur, wilayah yang luas dan iklim yang mendukung. Dengan memperkuat ketahanan pangan akan mengurangi ketergantungan pada impor sehingga memperkuat ekonomi domestik. Dengan begitu devisa negara akan semakin meningkat,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Magelang, Rabu (9/4).
Prof Izza menambahkan, ketahanan pangan yang baik juga dapat memberikan dampak positif yang luas terhadap berbagai sektor lainnya.
Selain itu, Prof Izza juga menekankan pentingnya meningkatkan sektor UMKM sebagai salah satu sektor utama perekonomian Indonesia.
“Sektor UMKM juga memiliki peran yang penting, terutama dalam meningkatkan produksi dalam negeri, sehingga bisa mengurangi ketergantungan pada produk luar negeri. Peningkatan sektor UMKM ini memang membutuhkan waktu untuk berkembang, tetapi potensi jangka panjangnya sangat besar bagi perekonomian,” tambahnya.
Tidak kalah penting, Prof Izza juga mengajak untuk membangun pemerintahan yang bersih dan transparan.
“Pemerintahan yang bersih dapat menciptakan iklim yang lebih kondusif bagi investasi dan dunia usaha. Meskipun ini bukan proses yang cepat, menciptakan pemerintahan yang bebas dari korupsi adalah kunci untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang stabil dan berkelanjutan,” jelasnya.
Prof Izza juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam hal pembangunan sektor ekonomi.
“Meningkatkan kualitas pendidikan adalah langkah utama untuk menciptakan tenaga kerja yang terampil dan siap bersaing di pasar global. Peningkatan sumber daya manusia (SDM) akan menjadi kunci dalam menghadapi tantangan ekonomi di masa depan,” ungkapnya.
Dengan keempat langkah tersebut, Prof Izza yakin Indonesia dapat menghadapi tantangan pelemahan nilai tukar rupiah dan kebijakan tarif impor tinggi, sambil memperkuat stabilitas perekonomian untuk pertumbuhan yang lebih stabil dan berkelanjutan. (rfk/aro)
Editor : H. Arif Riyanto