Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Wali Kota Magelang Damar Bantah Pemicu Tawuran Antara Warga Paten Gunung dan Karang Gading Gara-Gara Rebutan Lahan Parkir

Puput Puspitasari • Selasa, 18 Maret 2025 | 20:49 WIB
Warga Paten Gunung dan Karang Gading yang tawuran di Jalan Singosari, Senin (17/3/2025) sepakat damai.
Warga Paten Gunung dan Karang Gading yang tawuran di Jalan Singosari, Senin (17/3/2025) sepakat damai.

RADARMAGELANG.ID, Magelang – Wali Kota Magelang Damar Prasetyono membantah isu tawuran yang melibatkan warga Kampung Paten Gunung dengan Kampung Karang Gading  di Jalan Singosari dipicu rebutan lahan parkir.

Ia memastikan karena kesalahpahaman.

Bahkan kedua warga kampung yang terlibat tawuran telah bersepakat damai, tanpa menempuh jalur hukum.

“Perlu digarisbawahi, yang beredar soal parkir itu hoax,” tegas Damar—sapaan akrabnya.

Dijelaskan olehnya, pembagian lahan parkir merupakan kewenangan pemerintah.

Ada regulasi yang mengaturnya.

Baca Juga: Tiga Pelaku Penyerangan Warga Tuguran Magelang Dibekuk

“Nggak ada. Parkir itu kan hak pemerintah. Dan sudah ada aturan. Jelas itu karena masalah oknum saja. (Urusan) parkir domain pemerintah.  Saya jamin nggak ada itu,” tandasnya.

Ia menegaskan kembali bahwa tawuran itu hanya dipicu oleh oknum saja.

Polisi saat melakukan mediasi antara warga Paten Gunung dan Karang Gading usai tawuran di Jalan Singosari, Senin (17/3/2025). Mereka sepakat berdamai.
Polisi saat melakukan mediasi antara warga Paten Gunung dan Karang Gading usai tawuran di Jalan Singosari, Senin (17/3/2025). Mereka sepakat berdamai.

Bukan dari suatu kelompok pemuda.

“Ini masalah oknum saja, bukan kelompok,” imbuhnya.

Damar mengimbau kepada RT dan RW, juga masyarakat umum untuk turut serta dalam menjaga keamanan Kota Magelang.

Jika suasana kota kondusif, ia memastikan program pembangunan dan program-programnya akan berjalan dengan baik.

“Perlu kita tanamkan, pentingnya menjaga keamanan wilayah kepada generasi,” ujarnya.

Sebagai langkah antisipasi, pihaknya akan semakin intensif untuk melakukan koordinasi dengan aparat penegak hukum dan mengajak seluruh masyarakat bersama-sama menjaga ketertiban.

Kepala Satpol PP Kota Magelang OT Rostrianto menambahkan, pihaknya juga membantu mediasi dan mereka bersepakat tidak akan mengulangi.

Surat kesepakatan damai ditandatangani kedua belah pihak pada Senin, 17 Maret 2025.

Sementara aksi tawuran terjadi sebanyak dua kali, pada pukul 15.00 dan 21.00.

“Mereka sudah didamaikan dan ada surat pernyataannya,” imbuh Otros—sapaan akrabnya.

Otros menyebut, banyak hal yang memicu tawuran pemuda.

Biasanya karena dipicu oleh masalah lama.

Ada juga yang ingin menunjukkan eksistensi.

Pihaknya tidak segan untuk menyerahkan kasus kepada pihak berwajib, jika kejadian itu terus-terusan berulang.

“Kalau masih bisa dibina, kita bina. Kalau ada pelanggaran perda ketertiban, kita juga bekerja sama dengan kewilayahan, kasi trantib di kelurahan, Babinsa, Bhabinkamtibmas. Kita berkolaborasi untuk mereduksi agar hal-hal itu tidak terjadi,” ungkapnya.

Pihaknya telah memperketat patroli di titik-titik rawan dan jam-jam krusial.

Seperti di atas pukul 01.00, menjelang sahur, dan setelah sahur. (put/aro)

 

Editor : H. Arif Riyanto
#polres magelang kota #tawuran warga #hoax #lahan parkir #Wali Kota Magelang Damar Prasetyono #satpol PP Kota magelang