Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Warga Tuguran Magelang Diserang Kelompok Remaja Bercelurit, Korban Terluka Parah, Harus Mendapat 12 Jahitan

Rofik Syarif Ghirinda Putra • Senin, 17 Maret 2025 | 03:54 WIB

 

Lokasi penyerangan terhadap korban Yulianto di pertigaan Gang Melati, Tuguran, Potrobangsan, Kota Magelang, Minggu (16/3/2025).   
Lokasi penyerangan terhadap korban Yulianto di pertigaan Gang Melati, Tuguran, Potrobangsan, Kota Magelang, Minggu (16/3/2025).  

RADARMAGELANG.ID, Magelang – Warga Tuguran, Kelurahan Potrobangsan, Magelang Utara menjadi korban penyerangan sekelompok remaja.

Korban Yulianto sempat dilarikan ke RSI Kota Magelang karena mengalami luka di telapak tangan dan harus mendapatkan 12 jahitan.

Penyerangan yang dilakukan oleh sekelompok orang ini terjadi di pertigaan Jalan Perintis Kemerdekaan Gang Melati atau tepatnya di sekitar Musala At-Taqwa Tuguran RT 3 RW VI Kelurahan Potrobangsan.

Aksi penyerangan terjadi saat waktu sahur, Minggu (16/3/2025) sekitar pukul 03.30.

Ketua RT 03 RW VI Kelurahan Potrobangsan Asrofi menjelaskan, kejadian berawal saat dirinya menemani korban Yulianto hendak mencari anaknya, MHC.

Yulianto adalah adiknya.

Saat itu, MHC pamit hendak bermain tek-tek untuk membangunkan warga bersantap sahur bersama teman-temannya.

Namun saat sampai di TKP, korban Yulianto didatangi segerombolan remaja mengendarai sepeda motor saling berboncengan.

“Kurang lebih ada 15 motor meluncur dari bawah. Mereka langsung menyerang adik saya,” jelas Asrofi kepada Jawa Pos Radar Magelang.

Asrofi menyampaikan, gerombolan remaja ini membawa senjata tajam jenis celurit.

Tanpa basa-basi, mereka langsung menyerang korban.

Dikarenakan adiknya mengenakan sarung sehingga mau lari susah dan mencoba membela diri.

Untuk membela diri, korban Yulianto mencoba menangkis sabetan senjata tajam dengan tangan kosong.

Akibatnya, korban mengalami luka sobek pada pangkal ibu jari dan luka pada jari tengah tangan kirinya.

“Adik saya langsung dibawa ke RSI untuk mendapatkan perawatan, dan harus mendapatkan 12 jahitan,” jelasnya.

Ia mengatakan, saat mau mencari anaknya, Yulianto keluar membawa tongkat.

Tujuannya, agar anaknya MHC bisa segera pulang.

“Itu untuk nyari anaknya. Tapi kok malah diserang kelompok yang tidak dikenal,” ujarnya.

Atas kejadian itu, dirinya sudah melaporkan ke Polres Magelang Kota.

“Karena adik saya ini korban salah sasaran, dan dia juga tidak tahu apa-apa,” ucapnya.

Kapolres Magelang Kota AKBP Anita Indah Setyaningrum mengatakan, pihaknya sudah menerima informasi kejadian tersebut.

Saat ini, pihaknya sedang melaksanakan penyelidikan, pendalaman, serta memeriksa saksi-saksi terkait kejadian itu.

“Kami masih mendalami kasus ini. Kami juga sudah amankan sejumlah barang bukti senjata tajam dan rekaman CCTV di lokasi kejadian,” ujarnya, Minggu (16/3/2025). (rfk/aro)

 

 

Editor : H. Arif Riyanto
#Magelang Utara #Tuguran #RSI Kota Magelang #penyerangan