Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Pemkot Magelang Kendalikan Inflasi dengan Strategi 4 K, Ini Penjelasannya

Puput Puspitasari • Kamis, 13 Maret 2025 | 02:22 WIB
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono memimpin high level meeting di kantor setda, Selasa (11/3/2025).
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono memimpin high level meeting di kantor setda, Selasa (11/3/2025).

RADARMAGELANG.ID, MagelangMelalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), Pemkot Magelang berupaya menjaga stabilisasi harga, pasokan, dan distribusi pangan daerah.

Strategi apa saja yang akan ditempuh dibahas dalam high level meeting (HLM) di kantor setda, Selasa (11/3/2025).

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Magelang selaku Sekretaris TPID Chrisatria Yonas Nusantrawan Bolla menjelaskan, pihaknya akan melaksanakan Peta Jalan Pengendalian Inflasi Kota Magelang periode 2025 – 2027 dengan strategi 4 K.

Yakni, keterjangkauan harga, ketersediaan komoditas, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.

“Pengendalian inflasi di Kota Magelang dihadapkan pada masalah seperti pertanian yang sempit, karakter kota, dan kebutuhan lahan yang ditopang daerah sekitar,” jelasnya.

Hal itu menjadi salah satu pemicu inflasi pangan. 

Di mana komoditas yang paling sering menjadi pemicu inflasi, antara lain cabai, pisang, udang basah, daging ayam ras, minyak goreng.  

“Untuk mengatasi permasalahan itu, Kota Magelang fokus pada pengendalian di sisi hulu dan hilir,” katanya.

Dia menyebutkan, solusi di hulu, di antaranya adanya gerakan menanam cabai melalui urban farming, demplot 400 batang tanaman pisang di lahan kantor wali kota, hingga kerja sama dengan Bulog untuk mendatangkan Minyakita ke Toko Kendali dan upaya lainnya.

Adapun untuk solusi di hilir, meliputi edukasi petani cilik (Etnik), edukasi diversifikasi pangan, gerakan pasar murah, pemantauan harga melalui early warning system, kerja sama antardaerah, dan Toko Kendali di pasar tradisional.

Wali Kota Magelang Damar Prasetyono mengutarakan apresiasinya kepada seluruh anggota TPID Kota Magelang yang bekerja keras dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di wilayahnya.

Berkat ini, Kota Magelang berhasil meraih penghargaan Inspiring Economic Effort Award (IEFA) Provinsi Jateng 2024 sebagai salah satu dari lima besar pemerintah daerah dengan kinerja terbaik dalam pengendalian inflasi.

“Ini adalah pencapaian luar biasa, yang membuktikan bahwa kerja keras kita tidaklah sia-sia,” ungkapnya.

Namun demikian, dia mengingatkan agar tidak lengah.

Karena inflasi yang tidak terkendali dapat berimbas langsung pada daya beli masyarakat, terutama bagi kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.

Oleh karena itu, pada kesempatan itu Damar menegaskan beberapa langkah strategis yang harus diperkuat.

Di antaranya, anggaran yang memadai, pemantauan harga secara harian, memastikan volume dan timbangan komoditas sesuai standar, serta periksa masa kedaluwarsanya untuk menjaga kualitas barang yang beredar di pasaran.

Kemudian dorong peran BUMD dalam menjaga stabilitas harga, serta bentuk Badan Usaha Milik Petani (BUMP) yang dapat menjadi off taker dalam mengatur distribusi hasil pertanian.

“Perkuat kerja sama antar pemerintah dan kerja sama antar pelaku usaha, dan laksanakan program dana talangan pangan serta berikan subsidi untuk komoditas pangan strategis, guna menjaga keterjangkauan harga bagi masyarakat,” paparnya. (put/aro)

 

Editor : H. Arif Riyanto
#Damar Prasetyono #pemkot semarang #inflasi #Sekda Kota Magelang #wali kota magelang