RADARMAGELANG.ID, Magelang– Kampung Ramadan di kompleks Rindam IV/ Diponegoro, Kota Magelang masih menjadi salah satu tempat favorit untuk ngabuburit menjelang buka puasa.
Selain menyediakan banyak jajanan, lokasi yang strategis membuat Kampung Ramadan di Rindam Magelang menjadi spot favorit untuk menunggu adzan maghrib.
Meskipun habis diguyur hujan deras, antusias masyarakat untuk berburu jajanan maupun takjil masih cukup tinggi.
Pantauan Jawa Pos Radar Magelang, Senin (10/3), banyak anak-anak, remaja, hingga dewasa yang berburu jajanan atau takjil.
Apalagi di sini tidak hanya menyediakan jajanan masa kini, tapi juga jajanan tradisional.
Seperti kerak telor, nasi kebuli, jadah bakar, sosis Solo, lunpia rebung, jajanan pasar, hingga jajanan masa kini, seperti dimsum, seblak, bakso goreng, cumi bakar, es teler, dan masih banyak jajanan yang tersaji di Kampung Ramadan Rindam Magelang.
Salah satu panitia Intan mengatakan, Kampung Ramadan berlangsung setiap tahun mulai pukul 14.00 hingga malam hari.
Kegiatan ini merangkul ratusan pelaku UMKM di Kota Magelang dan sekitarnya.
Tahun ini, ada lebih dari 250 stan yang berpartisipasi dalam Kampung Ramadan.
"Kami selalu menggunakan nama Kampung Ramadan karena sudah identik dan menjadi ikon warga untuk berburu jajanan," bebernya.
Menurutnya, konsep yang diusung setiap tahun selalu sama.
Kampung Ramadan menjadi satu lokasi ideal bagi pengunjung untuk berburu kuliner sembari menunggu azan Magrib.
Kampung Ramadan terletak dalam satu kompleks Rindam IV/Diponegoro yang menjadi spot untuk berolahraga.
Dia berharap, dengan adanya Kampung Ramadan ini dapat meningkatkan perekonomian pelaku UMKM.
"Banyak dari mereka yang merasa bersyukur karena bisa mendapatkan penghasilan dari agenda tahunan ini," jelasnya.
Salah satu penjaga outlet Nasi Kebuli Karju yang enggan disebut namanya mengaku, berjualan di sini sangat menguntungkan.
Meskipun kondisi sempat hujan, pengunjung tetap ramai.
“Alhamdulillah penjualannya tetap ramai, meskipun kondisi sempat hujan,” ucapnya.
Hal yang sama juga diungkapkan seorang pedagang donat, Ihsan Rusdana.
Ia mengatakan, baru kali ini berjualan di Kampung Ramadan.
Dia bersyukur, tingkat penjualan donatnya meningkat tajam setelah sepuluh hari berjualan.
Hanya dia tidak menyebut omzet yang diperolehnya setiap hari.
Ia menilai, Kampung Ramadan tahun ini sangat ramai, karena menjadi jujugan warga dari berbagai daerah untuk mencari jajanan berbuka puasa.
“Meskipun kondisi hujan, tapi Alhamdulillah masih ramai. Apalagi kalau nggak hujan, semua pedagang bahagia," katanya. (rfk/aro)
Editor : H. Arif Riyanto