RADARMAGELANG.ID, Magelang– Ketua KONI Kota Magelang Ali Sobri Sungkar nyicil ayem memiliki wali kota dan wakil wali kota yang mencintai dunia olahraga.
Bahkan Wakil Wali Kota Magelang dr Sri Harso merupakan Ketua Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (Pelti) Kota Magelang jauh sebelum mengikuti kontestasi pemilihan kepala daerah (pilkada).
“Saya melihat wali kota dan wakilnya memiliki kepedulian terhadap kemajuan masyarakat, terlebih untuk olahraga, saya yakin tidak akan tertinggalkan dari mereka, dan pak wakil (Dokter Sri Harso) punya hobi tenis,” ungkap Ali—sapaan akrabnya, kemarin.
Ia telah berkomunikasi langsung dengan Wali Kota Magelang Damar Prasetyono untuk membahas perkembangan olahraga. Sambutan hangat pun didapat.
Ali menyebut, wali kota Damar sudah meninjau beberapa turnamen olahraga yang beberapa waktu ini dilaksanakan di Kota Magelang.
“Beliau juga menyatakan akan membenahi pola tata kelola olahraga di Kota Magelang, dan akan menjadikan olahraga sebagai sport tourism. Ini awal yang baik,” terangnya.
Ia menaruh harapan besar, wali kota dan wakil wali kota yang saat ini mampu memberikan perhatian besar kepada dunia olahraga.
Baik untuk sarana prasarana atau fasilitas olahraga, juga memperbaiki nasib atlet.
“Kita harap, pak wali dan pak wakil yang sekarang bisa menyempurnakan yang sebelumnya dan (mewujudkan) yang belum bisa terealisasi di periode sebelumnya,” harapnya.
Hal-hal yang belum terealisasi selama ini adalah komunikasi.
Namun ia yakin, kali ini komunikasi antara KONI dan pemkot lebih baik.
Apalagi KONI punya rencana membentuk Badan Pembina Olahraga Pelajar Seluruh Indonesia (Bapopsi)—sebuah badan fungsional di bawah KONI yang mengampu pembinaan olahraga di kalangan pelajar.
“Karena di periode yang sebelumnya, ada pihak-pihak yang tidak semangat,” sentilnya.
Padahal Bapopsi akan menjadi wadah komunikasi antara KONI dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) dan Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar).
“Kita bisa membahas fasilitas-fasilitas olahraga yang bersifat gedung yang saat ini masih sangat minim. Dan sekarang kami menggunakan gedung Disporapar yang lama untuk berlatih,” jelasnya.
Gedung tersebut sebelumnya akan digunakan untuk RS Tipe C.
Namun sampai saat ini belum juga terealisasi.
Karena itu, KONI berharap selama gedung tersebut tidak digunakan, maka difungsikan untuk mendukung kegiatan pembinaan olahraga.
Ia juga siap jika sewaktu-waktu harus pindah, jika persiapan pembangunan RS Tipe C akan dimulai. (put/aro)
Editor : H. Arif Riyanto