Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Operasi Pasar Pangan Murah di Magelang, Menteri Pertanian Tegaskan Tidak Boleh Dijual Lagi

Rofik Syarif Ghirinda Putra • Selasa, 25 Februari 2025 | 20:20 WIB
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengecek langsung operasi pasar pangan murah di Kantor Pos Indonesia Cabang Kota Magelang, Selasa (25/2/2025).
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengecek langsung operasi pasar pangan murah di Kantor Pos Indonesia Cabang Kota Magelang, Selasa (25/2/2025).

RADARMAGELANG.ID, Magelang – Antisipasi lonjakan harga bahan pokok menjelang bulan suci Ramadan, Kementerian Pertanian melakukan operasi pasar di sejumlah gerai PT Pos Indonesia, salah satunya di Kantor Pos Cabang Kota Magelang.

Di hari kedua Operasi Pasar Pangan Murah, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman meninjau langsung Kantor Pos Cabang Kota Magelang, Selasa (25/2/2025).

Andi Amran didampingi Wakil Menteri Pertanian Sudaryono dan Tim Satgas Pangan Mabes Polri.

Andi Amran menekankan, bahan pokok yang dijual di operasi pasar hanya untuk konsumsi masyarakat, tidak diperjualbelikan kembali.

“Operasi pasar dilaksanakan untuk mengakomodasi bahan pokok dengan harga terjangkau. Jadi, masyarakat membeli untuk kebutuhannya sendiri, tidak untuk dijual kembali,” kata Mentan kepada Jawa Pos Radar Magelang.

Tujuannya, agar masyarakat menikmati harga yang baik.

Harga yang terjangkau.

“Dan ini juga merupakan arahan langsung dari Presiden RI,” ucapnya.

Saat ini, PT Pos Indonesia sudah membuka gerai hingga 168 yang sudah beroperasi dan 300 sudah siap.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengecek langsung operasi pasar pangan murah di Kantor Pos Indonesia Cabang Kota Magelang, Selasa (25/2/2025).
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengecek langsung operasi pasar pangan murah di Kantor Pos Indonesia Cabang Kota Magelang, Selasa (25/2/2025).

Target sebelum bulan puasa 2.000 gerai,dan target 4.500 gerai seluruh Indonesia.

Dan ini berjalan terus, khususnya di bulan puasa hingga Idul Fitri.

“Kita menjual bahan pokok di bawah HET (harga eceran tertinggi), jadi kita menjual bahan pokok pada operasi pasar di bawah harga HET. Contoh minyak goreng harga HET-nya Rp 15.700, kita jual Rp 14.700 jadi di bawah Rp 1.000 dari harga HET. Kemudian bawang, daging, daging kerbau juga demikian di bawah HET,” ujarnya.

Ia mengimbau, kepada seluruh pengusaha atau pedagang untuk tidak menjual di harga eceran tertinggi.

Apalagi masih banyak masyarakat yang mengeluh ke pihaknya, karena masih banyak pengusaha yang menjual di atas HET.

“Berdasarkan keluhan masyarakat, yang kami tekankan di sini tidak boleh pengusaha menjual di atas HET. Sekali lagi, saya tekankan tidak boleh menjual di atas HET yang sudah ditentukan pemerintah. Tidak ada alasan menjual di atas HET,” ucapnya.

Dan ia juga meminta, jika ada yang berani bermain-main dengan harga bahan pokok, polisi harus berani menindak tegas.

“Saya sudah komunikasi dengan Kapolri dan saat ini hadir juga dari Tim Satgas Pangan dan Bu Kapolres Magelang Kota untuk menindak tegas jika ada yang berani main-main,” tegasnya.

“Jangan ini dipermainkan. Ini kita menghadapi bulan Suci Ramadan. Produksi tinggi, stok tinggi, tetapi harga tinggi, tidak masuk akal,” imbuhnya.

Direktur Bisnis Kurir dan Logistik Tonggo Marbun menyampaikan, operasi pasar ini akan dilaksanakan 24 Februari sampai dengan 29 Maret.

Sebelum Ramadan, sampai dengan nanti akhir Ramadan, hampir satu setengah bulan di gerai Pos Indonesia, di gerai Agri Pos Indonesia.

“Jadi, kami menyiapkan gerai-gerai kami,” jelasnya.

Saat ini, pihaknya telah menyiapkan 215 titik di seluruh Pulau Jawa dan 100 titik lainnya di seluruh Indonesia mewakili provinsi di Indonesia.

Ini adalah bentuk komitmen Pos Indonesia untuk mendukung pemerintah sesuai dengan arahan Presiden RI untuk menjaga stabilitas harga.

“Dan diharapkan harga ini bisa seterusnya di bawah HET,” ucapnya.

Dan tadi harapan dari Mentan, kata Tonggo Marbun, sebelum Ramadan di  Kantor Pos bisa menyelenggarakan di 2.000 titik gerai.

Pihaknya selalu berkoordinasi dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas) terdapat batasan untuk setiap pembelian berbagai komoditas: Minyakita maksimal 2 liter per konsumen, bawang putih maksimal 1 kilogram, daging kerbau maksimal 2 kilogram, gula konsumsi maksimal 2 kilogram, dan beras SPHP maksimal 2 pak (10 kilogram).

“Dan ini bukan untuk pedagang. Karena ini malah mengintervensi supaya harga pangan ini bisa sampai ke konsumen terakhir dengan harga yang rendah,” tegasnya.

Towilah, 62, warga Kota Magelang mengaku, untuk harganya memang selisihnya tidak terlalu banyak.

Hanya Rp 1.000 hingga Rp 2.000, namun ini masih lumayan.

Dan tadi pengambilannya menggunkana kupon yang sudah disediakan oleh pihak Kantor Pos.

“Dan ngurusnya mudah, dari Pak RW. Dan ini lumayan membantu,” ujarnya. (rfk/aro)

Editor : H. Arif Riyanto
#Wakil Menteri Pertanian Sudaryono #operasi pasar #Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman #pt pos indonesia #operasi pasar pangan murah #Kota Magelang