Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Dwi Novita Bersyukur Tinggal di Rumah Khusus Kedungsari 2 Kota Magelang

Puput Puspitasari • Rabu, 29 Januari 2025 | 06:41 WIB

Dwi Novita bersyukur bisa menempati rumah deret sewa atau Rumah Khusus (Rusus) Kedungsari 2.
Dwi Novita bersyukur bisa menempati rumah deret sewa atau Rumah Khusus (Rusus) Kedungsari 2.
 

RADARMAGELANG.ID, Magelang - Masih ada 12.000 keluarga di Kota Magelang belum miliki rumah.

Sebanyak 8.000 di antaranya dari kalangan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Salah satunya Dwi Novita. 

Ibu tiga anak ini tak berhenti bersyukur bisa menempati rumah deret sewa atau Rumah Khusus (Rusus) Kedungsari 2.

Sebelum di sini, ia tinggal di sebuah rumah kontrakan yang dihuni dua kepala keluarga. Keluarga kecilnya dan orang tua. 

"Sudah lama saya tinggal dengan orang tua di rumah kontrakan di Ngentak," ujarnya, Minggu (26/1/2025).

Diketahui, Ngentak merupakan kampung di Kelurahan Gelangan, Kota Magelang. Daerah ini termasuk kampung padat penduduk. 

Novita bertahan di rumah kontrakan selama bertahun-tahun karena tak punya pilihan.

Ia juga pernah mendaftar menjadi penghuni rumah susun sewa (rusunawa), tapi ia tak beruntung bisa menghuni.

Setelah Pemkot Magelang kembali membangun rusus, ia begegas mendaftar.

Keberuntungan pun behasil dimiliki Novi dan keluarga kecilnya. 

Ia, suami, dan ketiga anaknya pindah ke Rusus Kedungsari 2.

Di rumah ini, anak-anaknya lebih leluasa bergerak.

Terutama untuk anaknya yang berusia 3 tahun dan 8 bulan. 

 "Saya sudah setengah tahun tinggal di sini. Pokoknya sudah Alhamdulillah sekali bisa tinggal di sini," imbuhnya. 

Ia merasakan nyaman tinggal di Rusus Kedungsari.

Selain bentuk rumahnya bagus, kualitas bangunan baik.

"Bagus, bersih, dan adem. Anak-anak betah di rumah," akunya. 

Ada hal yang tidak boleh dilakukan oleh penghuni rusus.

Kata Novita, merubah bentuk bangunan atau merenovasi dalam rumah. 

Setiap bulan, ia membayar sewa rusus Rp 150.000 per bulan.

Harga sewa rusus dirasa tidak memberatkan.

Suaminya yang berjualan buah musiman, masih mampu untuk memenuhi kebutuhan sewa rusus. 

"Sewanya sangat terjangkau bagi kami kalangan warga kurang mampu. Setiap bulan kami membayar Rp 150.000 dan Rp 10.000 untuk uang sampah," jelasnya. 

Ia berharap, Pemkot Magelang kembali membangun rusunawa dan rusus. Agar masyarakat lain senasib seperti dirinya, bisa mendapatkan tempat tinggal yang layak. 

Kepala Disperkim Kota Magelang Bowo Andrianto menambahkan, Rusus Kedungsari 1 memiliki 25 unit bangunan rumah dan Rusus Kedungsari 2 memiliki 20 unit rumah.

"Di kompeks sini ada 45 bangunan," sebutnya. 

Rusus Kedungsari memiliki fasilitas 2 kamar, ruang tamu, 1 kamar mandi, dan dapur. Lantai rusus juga sudah dikeramik. Namun, masyarakat tidak bisa menghuni rusus maupun rusunawa selamanya. Ada batas waktu hunian. Yakni 3 tahun, dan bisa diperpanjang 3 tahun lagi. 

"Maksimal 6 tahun," tandasnya. 

Selama menghuni rusus dan rusunawa, diharapkan para penghuni bisa menabung untuk membeli rumah atau tanah. (put/aro)

 

 

 

 

Editor : H. Arif Riyanto
#Kedungsari #rumah khusus #Kota Magelang