RADARMAGELANG.ID, Magelang—Sudah hampir setahun diresmikan, para pedagang makanan di Selter Ngesengan Kota Magelang masih mengeluhkan sepi pengunjung.
Pedagang kuliner yang menempati lantai 2 sebanyak 22 kios. Namun saat koran ini datang, hanya empat kios yang buka, dan satu kios yang difungsikan sebagai gudang.
Nunuk Budiyani, penjaga warung makan Cik Anggraeni di Selter Ngesengan mengaku, sejak dibangun bagus, justru pengunjungnya sepi.
Apalagi untuk awal pekan.
“Kalau akhir pekan masih lumayan,” kata Nunuk kepada Jawa Pos Radar Magelang.
Ia mengaku membuka warung milik majikannya mulai pukul 08.00-20.00.
Nunuk juga mengeluhkan fasilitas toilet yang hanya satu dan wastafel dua buah.
“Dulu katanya setiap kios ada toiletnya. Ternyata dari 22 kios, hanya ada satu toilet,” keluhnya.
Penjaga warung lainnya, Nurma Sulatri mengakui pembeli tak seramai saat bangunan lama. "Kalo sekarang sepi, malah kadang harus tombok,” keluhnya.
Diakui, warung makan yang dikelolanya tidak luas.
Sehingga dirasa kurang nyaman.
Apalagi saat hujan disertai angin, airnya masuk meski sudah dipasang tirai di bagian depan.
“Mungkin pengunjung juga malas naik tangga ke lantai 2. Apalagi bagi orangtua,” katanya.
Meski begitu, dia tetap bersabar. Barangkali ke depan, selter akan ramai.
“Pernah sehari cuma melayani pembeli satu tok. Kalau pas liburan ya lumayan," tuturnya.
Pantauan Jawa Pos Radar Magelang, di area parkir lantai bawah terparkir sejumlah mobil dan motor.
Namun rata-rata yang parkir justru pengunjung mal dan pertokoan di depan selter Ngesengan.
Para pedagang berharap, ada perhatian dari Pemkot Magelang untuk meramaikan kuliner di Selter Ngesengan. (mg2/aro)
Editor : H. Arif Riyanto