RADARMAGELANG.ID--OHD museum merupakan museum pribadi milik kolektor seni yaitu Dr. Oei Hong Djien.
Museum Dr. Oei sebelumnya hanya bisa diakses oleh teman dan kerabatnya saja.
Seiring berjalannya waktu, ia memutuskan membuka Museum OHD untuk umum pada 2012 karena meningkatnya minat masyarakat terhadap seni.
Ia mulai mengoleksi karya seni sejak tahun 1970-an.
Saat ini, lebih dari 2.000 dari berbagai aliran dan gaya dipamerkan dan disimpan di museum ini.
Koleksi yang dipamerkan sangat beragam, mencakup lukisan, instalasi, patung, dan keramik dari seniman-seniman terkenal Indonesia, seperti Affandi, S. Sudjojono, dan Hendra Gunawan.
Museum OHD sendiri telah mengalami ekspansi besar-besaran.
Museum ini pindah ke bangunan yang lebih besar dan modern, yang dulunya adalah gudang tembakau terbengkalai.
Beralamatkan di Jalan Jenggolo No. 14, Kemirirejo, Kecamatan Magelang Tengah, Kota Magelang
Museum OHD terbagi menjadi dua bagian
Museum OHD 1 yang menampilkan karya-karya seniman sebelum kemerdekaan Indonesia dan saat kemerdekaan Indonesia.
Museum OHD 2 yang berisi karya seni modern dan kontemporer.
Untuk lokasinya, Museum OHD berada di Jalan Jenggolo Nomor 14, Kemirirejo, Kecamatan Magelang Tengah, Kota Magelang, Jawa Tengah 56122.
Buka setiap hari, kecuali hari Selasa tutup mulai pukul 10.00 hingga 16.00 WIB.
Namun, jam 15.00 museum OHD tidak menerima pengunjung.
Harga tiket masuk museum ini adalah
Wisatawan Asing
-Dewasa Rp 100.000
-Anak Rp 50.000
Wisatawan Lokal
-Dewasa Rp 50.000
-Anak Rp 25.000
Tapi bagaimana cara agar bisa bayar setengahnya saja?
Apakah bisa?
Ya, untuk kalian para pelajar, cukup dengan menunjukkan kartu pelajar, kalian hanya dikenakan biaya setengah dari harga aslinya saja.
Ini berarti untuk pelajar WNA membayar Rp 50.000 saja, dan untuk pelajar WNI hanya membayar Rp. 25.000 saja.
OHD Museum ini juga dilengkapi dengan fasilitas yang memadai mulai dari toilet, area parkir yang luas, hingga spot foto yang menarik.
Selain menikmati keindahan karya seni yang ada di museum ini, kita juga bisa mendapatkan buah tangan di gedung yang terpisah dari OHD Museum. (mg2/aro)
Editor : H. Arif Riyanto