Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Bulan Rajab Peziarah Membludak di Makam Mbah Siraj Payaman Magelang

Magang Radar Magelang • Senin, 13 Januari 2025 | 19:31 WIB
Wisata religi di Kabupaten Magelang.
Wisata religi di Kabupaten Magelang.

RADARMAGELANG.ID, Magelang--Makam Mbah Siraj di kompleks Masjid Agung Payaman, Magelang, menjadi salah satu tujuan utama ziarah spiritual di Jawa Tengah.

Selain memiliki nilai spiritual yang mendalam, makam ini juga menyimpan nilai sejarah yang tinggi.

Mbah Siraj adalah seorang ulama besar yang dikenal sebagai pendiri Masjid Agung Payaman serta ahli thariqat yang sangat berpengaruh.

Ia tercatat sebagai teman seperguruan Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama (NU).

Keberadaan makam Mbah Siraj menjadikannya magnet bagi umat muslim yang ingin meneladani jejak dan ajarannya.

Tidak hanya itu, kompleks Masjid Agung Payaman juga menjadi tempat peristirahatan terakhir Danuningrat I, Bupati Kadipaten Magelang yang pertama.

Kehadiran dua tokoh penting ini menjadikan kawasan ini tidak hanya sebagai destinasi religi tetapi juga saksi sejarah yang berharga bagi masyarakat.

Sejak awal bulan Rajab, Makam Mbah Siraj yang terletak di belakang Masjid Agung Payaman menjadi salah satu lokasi ziarah paling ramai di Magelang.

Ribuan peziarah dari berbagai daerah berbondong-bondong datang untuk berdoa dan mempersiapkan diri secara spiritual menjelang bulan suci Ramadan.

Peningkatan jumlah peziarah ini dipicu oleh kedekatan bulan Ramadan, di mana tradisi ziarah menjadi salah satu cara masyarakat untuk mendoakan leluhur sekaligus memperkuat spiritualitas.

"Peziarah di Payaman melimpah mulai dari bulan Rajab hingga Syaban dan menjelang Ramadan. Ziarah ini dibuka 24 jam, dan biasanya ramai di hari Sabtu dan Minggu. Bahkan, di hari Minggu, ada yang menginap di masjid," ungkap seorang warga setempat.

Menurut pengakuan pedagang sekitar, peziarah yang datang berasal dari berbagai wilayah di Jawa Tengah, seperti Kendal, Wonosobo, Weleri, dan Kebumen.

Bahkan, tidak jarang ada yang datang dari daerah Jawa Barat.

"Menjelang bulan Syaban, peziarah lebih banyak berasal dari lokal, seperti warga Magelang dan Purworejo, sebagai bagian dari tradisi menyambut Ramadan," ujar salah satu pedagang.

Selain berziarah, para peziarah juga memanfaatkan momen ini untuk salat berjamaah, membaca tahlil, atau melakukan pengajian di Masjid Agung Payaman yang menjadi pusat kegiatan keagamaan di kawasan tersebut.

Suasana religius semakin terasa dengan banyaknya kegiatan yang dilakukan secara bersama-sama, menciptakan harmoni di antara sesama peziarah.

Salah satu peziarah, Hadi, asal Kebumen mengungkapkan rasa syukurnya bisa kembali berziarah ke Makam Mbah Siraj.

"Ini bagian dari tradisi keluarga kami setiap tahun. Selain untuk mendoakan leluhur, ziarah ini juga sebagai pengingat untuk lebih dekat dengan Allah, terutama menjelang Ramadan," ujarnya.

Tradisi ziarah ini tidak hanya menjadi bagian dari ritual keagamaan tetapi juga menjadi ajang silaturahmi antar peziarah.

Kehadiran para peziarah yang beragam mencerminkan betapa pentingnya tradisi ini bagi masyarakat, baik secara spiritual maupun sosial.

Dengan pengelolaan yang baik oleh masyarakat setempat, kegiatan ziarah di Makam Mbah Siraj diharapkan terus lestari sebagai bagian dari warisan budaya dan spiritual masyarakat Magelang. (mg3/aro)

 

 

Editor : H. Arif Riyanto
#Masjid Agung Payaman #makam #payaman #peziarah #rajab #wisata religi