RADARMAGELANG.ID, Magelang – Universitas Tidar (Untidar) Magelang menerjunkan 917 mahasiswa untuk mengabdi di tengah-tengah masyarakat dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN).
Mereka diterjunkan di sejumlah daerah di Kabupaten/Kota Magelang, DIJ, Jawa Tengah, dan sekitarnya untuk melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat.
Program KKN periode II ini berlangsung pada Januari-Februari dan ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa Universitas Tidar untuk menerapkan ilmu yang telah mereka pelajari di tengah-tengah masyarakat.
Rektor Untidar Magelang Prof Sugiyarto mengucapkan selamat kepada mahasiswa KKN Untidar yang akan berkontribusi langsung untuk membangun desa.
Ia berpesan agar mahasiswa selalu menjaga nama baik Universitas Tidar selama satu bulan di lokasi KKN.
“Ketika kuliah kerja nyata (KKN), teman-teman sekalian nantinya akan membawa nama baik Universitas Tidar. Jaga nama baik universitas Tidar dan jadikan KKN sebagai kesempatan untuk mengabdi serta memberikan inovasi nyata kepada masyarakat,” pesannya.
Ia menambahkan agar mahasiswa harus menikmati proses KKN ini sebagai wadah untuk berkarya bagi desa dan mendorong inovasi yang bermanfaat.
“Nikmatilah proses selama kuliah kerja nyata (KKN) ini. Melalui KKN, teman-teman dapat belajar berkolaborasi dengan masyarakat, mendengar aspirasi mereka, dan menerapkan solusi inovatif untuk memajukan desa,” imbuhnya.
Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Tidar Eny Boedi Orbawati juga menyampaikan pesan kepada mahasiswa agar selalu berani mencoba hal baru, kreatif, dan tidak mudah menyerah selama kuliah kerja nyata (KKN).
“KKN adalah peluang untuk melatih kepemimpinan, kerja tim, dan keberanian menghadapi tantangan di lapangan. Jadilah inspirasi bagi masyarakat,” katanya.
Eny juga menyampaikan harapannya agar selama di lokasi KKN, mahasiswa Universitas Tidar diharapkan mampu melaksanakan program kerja yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, termasuk pelestarian lingkungan, peningkatan ekonomi UMKM, serta penguatan sosial dan budaya desa.
Selain itu, mahasiswa Universitas Tidar juga didorong untuk memetakan permasalahan di desa dan memberikan solusi berbasis ilmu pengetahuan yang telah dimiliki selama menempuh pendidikan di Universitas Tidar.
Pihaknya juga sudah memberikan jaminan asuransi BPJS Ketenagakerjaan kepada mahasiswa KKN sebagai bentuk perlindungan dari risiko kecelakaan selama pelaksanaan program kuliah kerja nyata (KKN). (rfk/aro)
Editor : H. Arif Riyanto