RADARMAGELANG.ID, Magelang - Tempat wisata alam, Negeri Kahyangan menjadi salah satu alternatif tujuan wisata di Magelang.
Setidaknya terjadi lonjakan kunjungan, mencapai 1.500 orang per hari di masa libur sekolah dan Nataru.
Kepala Dusun Surodadi, Supri memprediksi puncak kunjungan wisata akan terjadi pada 5 Januari 2025. Pihaknya sudah bersiap diri.
"Kita siap menyambut pengunjung yang ingin liburan ke Negeri Kahyangan," katanya.
Supri menyebut, Negeri Kahyangan terus berbenah dan berinovasi, agar pengunjung tidak bosan berkunjung meskipun berkali-kali.
Salah satu wahana baru yang dimiliki adalah spot Kahyangan Sky Bridge.
Di ketinggian jembatan layang ini, pengunjung bisa berfoto dengan latar pemandangan Gunung Merbabu dan Merapi yang eksotis. Serta sawah hijau yang menyegarkan mata.
"Dengan tambahan spot terbaru ini, pengunjung kami semakin betah. Mereka bisa menghabiskan 2-3 jam berada di Negeri Kahyangan," jelasnya.
Dengan demikian, kendaraan bermotor yang diparkir juga semakin lama. Pihaknya sempat kewalahan, apalagi pengunjung terus berdatangan.
Kendati demikian, pihaknya terus mengoptimalkan lahan yang ada.
Serta membekali para pemandu di area wisata untuk memberikan pelayanan terbaik.
Ia memastikan tidak ada praktik pungutan liar (pungli) di area wisata yang meresahkan pengunjung.
"Warga dan karyawan kita imbau untuk mengkondisikan jalan. Dan ketika mengarahkan pengunjung ke area wisata, kita tidak mengizinkan ada pungutan.
Karena karyawan yang memantau, mengatur arah lalu lintas dan keluar-masuknya kendaraan wisata, mereka semua sudah digaji," tandasnya.
Aturan itu pun telah disepakati bersama. Pasalnya, wisatawan yang datang ke Negeri Kahyangan tidak hanya dari dalam kota.
Tapi juga wisatawan dari luar kota, luar Pulau Jawa, juga wisatawan asing.
"Pengunjung kami saat ini didominasi dari luar kota, luar provinsi. Dari Jawa Barat, Jawa Timur, Sulawesi, Papua juga ada," imbuhnya. (put/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo