RADARMAGELANG.ID, Magelang - Bagi warga Kota Magelang, pasti tidak asing dengan bangunan megah berwarna merah muda yang ada berlokasi di Jl. Tarumanegara, Rejowinangun Utara, Kecamatan Magelang Tengah, Kota Magelang ini.
Bangunan tersebut merupakan bekas pabrik cerutu Ko Kwat Le.
Bekas pabrik cerutu Ko Kwat Le meskipun merupakan bangunan lama, tetapi kini masih berdiri kokoh.
Tembok dan cat nya masih terawat dengan baik meskipun ada beberapa usuk dan kayu yang nampak keropos.
Bangunan ini terkunci rapat dan hanya beberapa orang dengan kepentingan tertentu yang bisa masuk.
Di sebelah pojok juga terdapat ruang satpam sebagai penjagaan ketat terhadap bangunan lintas sejarah ini.
Pada saat mengunjungi bangunan ini, di depan bangunan terdapat tulisan “Sekolah Bhakti Tunas Harapan”.
Menurut sejarahnya, bangunan tersebut berhenti sebagai tempat produksi cerutu pada tahun 1990 dan beralih fungsi sebagai sekolah di tahun 2005 - 2009.
Harsono, seorang tukang becak yang kediamannya tak jauh dari bangunan tersebut memberikan informasi terkait bangunan tersebut.
“Bangunan sudah tak berfungsi setelah itu dibeli sama yang punya Armada dibuat kegiatan belajar (Bhakti Tunas Harapan), jadi sekolah tahun 2005 - 2009 tapi sekolahnya kurang laku. Terus dibuat bengkel pembuatan sepeda, sekarang sudah tidak difungsikan di kosongkan," tutirnya.
Gedung bekas pabrik cerutu Ko Kwat Le dimiliki David Herman Jaya selaku pemilik perusahaan ternama New Armada.
Bangunan tersebut digunakan sebagai salah satu gudang untuk menyimpan onderdil mobil.
Lebih lanjut, Harsono mengatakan bahwa bangunan ini merupakan bagian belakang dari rumah putih megah yang ada di daerah tersebut.
“Sebenarnya ini rumah sebelah sana dan belakang rumah tersebut sampai sini. Tapi sini istilahnya disebut kebun," imbuhnya sambil menunjuk bangunan.
Bekas pabrik cerutu Ko Kwat Le menjadi salah satu bangunan bersejarah.
Bangunan ini menjadi saksi perkembangan industri cerutu yang ada di Indonesia.
Meskipun pengunjung tak diperkenankan untuk masuk, namun masih bisa melihat bangunannya dengan jelas dari luar. (mg26/mg25/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo