RADARMAGELANG.ID, Magelang – BPBD Kota Magelang terus memperkuat jaringan kerja sama lintas sektor untuk menambal minimnya anggaran penanggulangan bencana.
Meski Kota Magelang merupakan kecil dengan tiga kecamatan saja, namun risiko bencana itu sewaktu-waktu mengintai.
Kepala BPBD Kota Magelang Machbub Yani Arfian tidak menyebutkan secara pasti jumlah ideal anggaran untuk BPBD.
Ia tidak melulu berfokus pada hal itu. Tapi BPBD berusaha untuk tetap bekerja secara optimal dan profesional dalam keterbatasan anggaran.
“Di Kota Magelang, kita juga bekerja sama dengan LazisMu, karena tidak semua kejadian bencana bisa ditangani dengan APBD,” kata Machbub.
Baru-baru ini pula, Machbub mengikuti kegiatan yang diadakan oleh Baznas di Semarang.
Bahwasannya, pemerintah daerah diwajibkan membuat MoU atau nota kesepahaman dengan PMI dan Baznas, kaitannya dengan kegiatan kebencanaan dan sosial kemanusiaan.
BPBD memiliki beberapa bidang dalam kebencanaan. Pada bidang 1 teruntuk pencegahan dan kesiapsiagaan (PK).
Melalui bidang ini, BPBD Kota Magelang memperbanyak kegiatan mitigasi dan pelatihan.
“Anggaran ABPD lebih banyak untuk kegiatan mitigasi,” terangnya.
Di bidang 2, mengurusi kedaruratan dan logistik. Ia mengimbau kepada masyarakat jika mendapati atau mengalami musibah, bisa langsung menghubungi call center 112.
“Insya Allah, tidak sampai setengah jam, BPBD akan sampai lokasi,” tuturnya.
Setiba di lokasi, BPBD akan melakukan assessment. “Kita akan mencatat kebutuhan apa yang diperlukan dan apa yang harus kita lakukan untuk menangani musibah itu, minimal supaya tidak (semakin) banyak korban, baik korban jiwa maupun materi,” imbuhnya. (put/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo