Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Pameran Seni “Merefleksi 100 Tahun Surrealisme Andre Breton” di OHD Museum Magelang

Magang Radar Magelang • Sabtu, 19 Oktober 2024 | 03:14 WIB
dr Oei Hong Djien bersama kurator Prof M Dwi Marianto MFA PhD OHD dan ko-kurator Heri Kris saat jumpa pers pameran  bertajuk Refleksi 100 Tahun Surealisme Andre Breton di OHD Museum Magelang.
dr Oei Hong Djien bersama kurator Prof M Dwi Marianto MFA PhD OHD dan ko-kurator Heri Kris saat jumpa pers pameran bertajuk Refleksi 100 Tahun Surealisme Andre Breton di OHD Museum Magelang.

RADARMAGELANG.ID, Magelang—OHD Museum Magelang menggelar pameran seni bertajuk "Merefleksi 100 Tahun Surealisme Andre Breton."

Pameran berlangsung mulai 19 Oktober 2024 hingga 10 Februari 2025.

Event ini dipersembahkan sebagai perayaan satu abad gerakan surealisme yang pertama kali digagas oleh Andre Breton di Paris pada 15 Oktober 1924.

Kurator pameran Prof M Dwi Marianto MFA PhD menjelaskan, pameran ini bertujuan untuk mengapresiasi dan menelusuri perkembangan surealisme sebagai salah satu aliran seni yang berpengaruh di seluruh dunia.

"Gerakan ini sudah menyebar ke hampir semua negara, termasuk Indonesia, yang memiliki banyak seniman beraliran surealis," ujarnya kepada Jawa Pos Radar Magelang.

Pameran di museum milik dr Oei Hong Djien ini akan menampilkan karya dari 65 seniman terpilih yang diseleksi dengan ketat dari berbagai daerah di Indonesia. Seperti Aceh, Papua, Makassar, Sumatera Barat, Bali, Jakarta, Jawa Timur, dan Yogyakarta.

Di antara para seniman yang terlibat terdapat nama seniman senior Sudibyo, yang lahir pada 1912 dan dikenal sebagai salah satu tokoh pertama yang mengidentifikasi dirinya sebagai surealis.

Dua pengunjung menikmati karya seni surealisme yang dipamerkan di OHD Museum, Kota Magelang, Jumat (18/10/2024)
Dua pengunjung menikmati karya seni surealisme yang dipamerkan di OHD Museum, Kota Magelang, Jumat (18/10/2024)

Sementara seniman termuda yang berpartisipasi adalah Ananda, yang lahir pada 2002.

Karya-karya surealisme yang dipamerkan hadir dalam berbagai bentuk dan media, mulai dari grafis dan lukisan konvensional, instalasi benda, hingga karya-karya yang memanfaatkan media baru seperti jamur.

Hal ini menunjukkan bahwa surealisme bukan sekadar aliran seni, tetapi juga merupakan ekspresi kreatif yang menembus batas logika dan membuka ruang bagi imajinasi serta dunia bawah sadar.

"Surealisme mengajarkan kepada para seniman untuk tidak hanya terpaku pada logika yang sempit, tetapi juga untuk merangkul dunia mimpi, imajinasi, dan bawah sadar," tambah Prof  Dwi Marianto.

Menurutnya, Andre Breton sangat mengapresiasi masa lalu sebagai sumber ide-ide baru, yang kemudian diekspresikan dalam karya-karya surealis.

Ko-kurator pameran Heri Kris  menambahkan, ide untuk menggelar pameran dengan tema surealisme merupakan tantangan tersendiri.

"Tema ini jarang sekali diangkat dalam pameran-pameran seni di Indonesia, namun kami melihat potensi besar dalam kekayaan seni surealis yang berakar pada unsur mistis dan gaib yang kental di Indonesia," jelas Heri Kris.

Ia berharap, melalui pameran ini, Indonesia dapat membuktikan bahwa seniman lokal memiliki karakter kuat dalam menciptakan karya surealis yang tak kalah dengan seniman internasional.

"Semoga dengan adanya pameran ini, kita bisa menunjukkan bahwa Indonesia juga mampu melahirkan karya-karya surealis yang unik dan berbobot," ungkapnya.

Pameran "Merefleksi 100 Tahun Surealisme Andre Breton" ini diharapkan dapat membuka pemahaman lebih luas tentang surealisme di kalangan masyarakat, serta menginspirasi lahirnya inovasi-inovasi baru dalam dunia seni. (mg20/mg24/mg28/aro)

 

 

 

Editor : H. Arif Riyanto
#Surealis #OHD Museum #pameran seni