RADARMAGELANG.ID, Magelang – Untuk meningkatkan kualitas pendidikan pada anak berkebutuhan khusus, tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma) meluncurkan inisiatif inovatif di SLB Ma’arif Muntilan Kabupaten Magelang.
Inisiasi program ini didanai oleh DRTPM Kemdikbudristekdikti tahun 2024.
Program ini menghadirkan game edukasi interaktif yang menggabungkan budaya lokal Kabupaten Magelang sebagai solusi untuk keterbatasan media pembelajaran yang ada di sekolah tersebut.
Menghadapi tantangan dalam menyediakan materi ajar yang menarik dan relevan, tim Unimma berkomitmen untuk memanfaatkan elemen budaya lokal.
Seperti gamelan dan candi, dalam pengembangan “Mahir Teknologi dan Literasi Local Genius (Magis Locus).
Game edukasi ini dirancang menggunakan platform seperti Wordwall, edu.assemblrworld Canva.
Proyek ini tidak hanya memperkenalkan teknologi terbaru kepada para guru, tetapi juga menyediakan pelatihan dalam pembuatan materi ajar berbasis local genius serta petunjuk penggunaan game.
Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan guru dan menawarkan pengalaman belajar yang lebih interaktif serta menyenangkan bagi siswa.
“Dengan menggabungkan local genius Kabupaten Magelang dan teknologi, kami berharap dapat menciptakan media pembelajaran yang tidak hanya efektif tetapi juga memperkaya pemahaman siswa tentang budaya mereka,” ungkap Dr. Galih Istiningsih, ketua tim pengabdian.
Program ini dilaksanakan dalam beberapa tahap yang terstruktur dengan baik. Pelatihan 1 fokus pada eksplorasi dan integrasi elemen budaya lokal dalam pembelajaran.
Sedangkan pelatihan 2 mengajarkan prinsip dan komponen media game edukatif.
Tahapan selanjutnya mencakup praktik pembuatan materi pembelajaran yang meliputi penyusunan kisi-kisi dan pengembangan konten.
Pelatihan berlanjut pada pembuatan petunjuk penggunaan game edukatif menggunakan platform seperti Wordwall, edu.assemblrworld, dan dipadukan Canva.
Pengabdian pada masyarakat ini dilaksanakan sejak bulan Juli hingga November 2024.
Sebagai bagian dari program, juga dibentuk Komunitas Media Game Aktual dan Interaktif (Mega Aktif) untuk memastikan keberlanjutan dan evaluasi berkelanjutan.
Tim yang terdiri dari Dr. Galih Istiningsih, M.Pd, Dr. Rasidi, M.Pd, dan Dr. Ahwy Oktradiksa, M.Pd, yang dibantu kelompok mahasiswa dan Dwitya Sobat A.D, M.Pd berkomitmen untuk memberikan pendampingan berkelanjutan.
Juga memastikan bahwa implementasi program tidak hanya sukses tetapi juga memberikan dampak positif bagi pembelajaran anak berkebutuhan khusus.
Peserta pelatihan merasa sangat terbantu dan berharap dapat mengimplementasikan ilmu dan pengalaman dari tim pengabdian Unimma dengan baik dalam pembelajaran.
Tim pengabdian memberikan pelatihan tidak hanya pada materi pembelajaran local genius namun juga praktik (learning to do) media edukatif.
Kepala SLB Maarif Muntilan, Roykhan Mubarok, M.Pd menyampaikan apresiasi atas kegiatan pengabdian ini.
Menurutnya kegiatan ini sangat bermanfaat dalam pengembangan kompetensi guru.
Selain itu, mendukung kompetensi pedagogik mulai dari perencanaan, pelaksanaan membuat game edukatif. (web/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo