Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Nasi Oyek, Saksi Bisu Perjuangan Jenderal Sudirman Melawan Penjajah, Seperti Apa?

Puput Puspitasari • Sabtu, 5 Oktober 2024 | 06:23 WIB
Nasi oyek disajikan dengan urap pedas. Nasi ini menjadi konsumsi Jenderal Sudirman ketika masa perjuangan kemerdekaan.
Nasi oyek disajikan dengan urap pedas. Nasi ini menjadi konsumsi Jenderal Sudirman ketika masa perjuangan kemerdekaan.

RADARAGELANG,ID, Magelang – Sego oyek atau nasi oyek menjadi saksi bisu perjuangan Jenderal Sudirman.

Bagaimana bisa? Makanan khas tradisional asal Jawa ini terkenal sejak zaman perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Pemandu Museum Sudirman Magelang, Muhammad Ardhani bercerita, nasi oyek turut menemani masa-masa perjuangan Jenderal Sudirman bersama pasukannya.

Saat itu, Sudirman sedang menjalankan taktik perang gerilya, menghadapi agresi militer Belanda.

Tepatnya pada Desember, 1948, ketika pasukan Sudirman berada di daerah Kediri, Jawa Timur.

“Mereka masuk ke dalam hutan rotan untuk menyelamatkan diri dari serangan pasukan Belanda,” ujar Ardhani, Kamis (4/10/2024), di sela Event Museum Sudirman 2024, di Taman Pahlawan A Yani.

Sudirman dan pasukan mengalami kelelahan dan kelaparan.

Sedangkan stok logistik mereka mulai menipis dan tidak mencukupi untuk bertahan hidup di dalam hutan.

Suatu malam, ajudan Jenderal Sudirman, yakni Kapten Soepardjo Rustam diutus untuk menembus barikade tentara Belanda menuju rumah penduduk.

Ia dibekali sarung dan baju bekas untuk ditukarkan dengan makanan.

“Dia (Kapten Soepardjo Rustam) berjalan menuju desa terdekat dengan hutan, akhirnya warga desa memberikan nasi oyek kepada Soepardjo,” tutur Ardhani.

Ardhani pun melanjutkan ceritanya. Setelah mendapatkan nasi oyek, Soepardjo kembali ke dalam hutan dan membagikan makanan nasi oyek tersebut kepada Sudirman dan pasukan.

“Nasi oyek itu menambah energI seluruh pasukan, mereka kenyang dan tidak mudah lapar,” tuturnya.

Nasi oyek diketahui mengandung karbohidrat kompleks, lebih banyak dari nasi beras.

Berbekal nasi oyek, pasukan Jenderal Sudirman mampu bertahan hidup selama beberapa waktu di dalam hutan, serta bisa menyerang balik pasukan Belanda.

Diketahui, oyek merupakan pangan pengganti beras padi. Oyek terbuat dari gaplek berbahan dasar singkong. Setelah itu, digiling menjadi butiran tepung.

Dona, pengisi stan kuliner di pameran Event Museum Sudirman ini menjelaskan, oyek sangat aman dikonsumsi semua orang, termasuk yang memiliki riwayat penyakit diabetes mellitus.

Nasi oyek berasa tawar. Pengolahannya pun cukup mudah, yakni dengan dikukus agar menjadi nasi.

Sedangkan nasi oyek kesukaan Jenderal Sudirman disantap dengan urap berbahan sayur-sayuran dan parutan kelapa berasa pedas. (put/lis)

 

Editor : Lis Retno Wibowo
#logistik #Museum Sudirman Magelang #Jenderal Sudirman #nasi oyek