Artikel Ilmiah Berita Entertainment Features Jateng Kecantikan Khazanah Lifestyle Magelang Makan Enak Mungkid Nasional Olahraga Otomotif Piknik Pojok Kampung Semarang Temanggung Travel Viral Wonosobo

6 Museum di Kota Magelang yang Wajib Kamu Masukkan dalam Daftar Kunjunganmu

Magang Radar Magelang • Senin, 23 September 2024 | 18:50 WIB
Museum museum di Kota Magelang yang menawarkan pengalaman dan edukasi yang berharga
Museum museum di Kota Magelang yang menawarkan pengalaman dan edukasi yang berharga

RADARMAGELANG.ID - Magelang dikenal sebagai salah satu wilayah yang memiliki destinasi wisata yang kaya, dengan berbagai wisata menarik mulai dari wisata alam hingga situs sejarah yang mengagumkan.

Di antara banyaknya objek wisata, museum menjadi salah satu tempat yang wajib dikunjungi bagi para pecinta seni dan sejarah.

Kota Magelang memiliki sejumlah museum yang tidak hanya menyimpan koleksi berharga, tetapi juga menawarkan pengalaman edukatif yang mendalam tentang warisan budaya dan sejarah.

Berikut adalah 6 museum di Kota Magelang yang sebaiknya ada dalam daftar kunjunganmu:

1. Museum OHD

Museum OHD adalah museum seni rupa modern dan kontemporer yang dikelola secara pribadi oleh Dr. Oei Hong Djien (OHD), seorang kolektor seni terkenal.

Didirikan pada tahun 1970-an, museum ini terletak di Jalan Jenggolo No 14, Kemirirejo, Magelang Tengah, dan menjadi salah satu destinasi penting bagi pecinta seni. 

Museum OHD buka setiap hari, kecuali hari Selasa dan hari libur nasional, dari pukul 10.00 hingga 17.00.

Tiket masuk dikenakan tarif sebesar Rp 25 ribu, harga yang terjangkau untuk menikmati berbagai karya seni berkualitas tinggi.

2. Museum Diponegoro

Museum Diponegoro terletak di Jalan Diponegoro No. 1, Magelang, dan menampilkan arsitektur Eropa klasik yang megah.

Museum ini didedikasikan untuk mengenang Pangeran Diponegoro, salah satu pahlawan nasional Indonesia, dengan koleksi yang sebagian besar terdiri atas barang-barang asli miliknya.

Di antara koleksi tersebut, terdapat kursi yang memiliki bekas cakaran kuku, yang dipercaya sebagai simbol kemarahan Pangeran Diponegoro terhadap kolonial Belanda. 

Koleksi lain yang dipamerkan mencakup jubah asli Pangeran Diponegoro, kendi, meja, cangkir, serta berbagai barang pribadi lainnya yang memberikan wawasan tentang kehidupan dan perjuangan pahlawan tersebut.

Museum ini buka dari Senin hingga Jumat, mulai pukul 08.00 hingga 15.30, dan menawarkan tiket masuk yang sangat terjangkau: Rp 15 ribu untuk dewasa, Rp 10 ribu untuk pelajar dan mahasiswa, serta Rp 5 ribu untuk anak-anak usia 3-12 tahun. 

Dengan suasana yang edukatif dan koleksi yang kaya, Museum Diponegoro tidak hanya menjadi tempat untuk melihat sejarah, tetapi juga memberikan pengalaman yang mendalam bagi pengunjung tentang perjuangan dan nilai-nilai kepahlawanan yang dimiliki oleh Pangeran Diponegoro.

3. Museum BPK RI

Museum BPK RI adalah salah satu museum modern yang terletak di kompleks eks Karesidenan Kedu, tepatnya di Jalan P. Diponegoro No. 1, Kota Magelang, Jawa Tengah.

Didirikan sebagai wahana edukasi, museum ini bertujuan untuk memperkenalkan kepada publik sejarah pembentukan dan perkembangan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI).

Di dalam museum, pengunjung dapat menemukan berbagai informasi dan artefak yang berkaitan dengan fungsi dan peran BPK dalam pengelolaan keuangan negara, serta tantangan yang dihadapi selama sejarahnya.

Museum BPK RI buka setiap hari Selasa hingga Minggu, mulai pukul 09.00 hingga 15.00 WIB.

Akses ke museum ini gratis, sehingga siapa pun dapat belajar dan mengeksplorasi pengetahuan tentang pengawasan keuangan negara tanpa harus mengeluarkan biaya. 

4. Museum Sudirman 

Museum Panglima Besar Sudirman, yang didirikan pada 18 Mei 1967 oleh Wali Kota Umum Yasir Hadibroto dan Pangdam VII Diponegoro.

Terletak di Jalan Ade Irma Suryani St. No. C.7, Magelang.

Museum ini didirikan sebagai penghormatan kepada Jenderal Sudirman, salah satu tokoh penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Di dalam museum, pengunjung dapat menemukan berbagai koleksi yang memberikan gambaran mendalam tentang kehidupan dan perjuangan Jenderal Sudirman.

Di antara koleksi tersebut terdapat replika kamar tidur dan ruang tamu Sudirman, serta meja yang digunakan untuk memandikan jenazahnya.

Selain itu, museum juga memamerkan gambar dan lukisan yang menggambarkan momen-momen penting dalam karirnya, memperkaya pengalaman pengunjung dengan konteks sejarah yang relevan.

Museum ini menawarkan akses yang sangat ramah bagi pengunjung, yang hanya perlu mengisi buku tamu untuk dapat masuk, tanpa biaya tiket.

Museum Sudirman buka setiap hari dari pukul 08.00 hingga 15.00, menyediakan waktu yang cukup bagi pengunjung untuk menjelajahi koleksi dan memperdalam pemahaman mereka tentang perjuangan Jenderal Sudirman.

  1. Museum Abdul Djalil

Dikenal juga sebagai Museum Taruna Abdul Djalil, merupakan fasilitas gedung yang dipergunakan sebagai sarana perlindungan dan edukasi terkait barang-barang kemiliteran bersejarah di Indonesia.

Museum Abdul Djalil terletak di Kompleks Akademi Militer bagian Angkatan Darat Jalan Gatot Subroto,  Magelang, Jawa Tengah.

Museum ini menempati bangunan baru dengan gaya arsitektur modern, yang dibangun di atas tanah seluas 4000 m2. Luas bangunannya sendiri sekitar 980 m2.

Museum ini didirikan pada tanggal 4 Oktober 1964 dan diresmikan oleh Gubernur A.M.N. pada waktu itu dengan nama Museum Dharma Bhakti Taruna.

Pada tanggal 5 Oktober 1966, nama museum diganti menjadi Museum Taruna. Kemudian, pada tanggal 10 November 1975 nama museum berubah menjadi museum Abdul Djalil, untuk mengenang Abdul Djalil, seorang taruna yang meninggal pada saat agresi militer kedua.

Museum ini dikelola oleh negara melalui TNI Angkatan Darat (AD). Sementara pengawasan museum ini merupakan tanggung jawab dari Gubernur Akademi Militer (Akmil) yang bekerja sama dengan pihak konservasi koleksi benda cagar budaya.

Pada Museum Abdul Djalil terdapat dua lantai dengan tujuh ruang, yakni: ruang auditorium, ruang pra-Akademi Militer Nasional (AMN), ruang AMN, ruang AKABRI (Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia), ruang Akmil, ruang senjata, serta ruang bhakti taruna. Pada bagian luar gedung terdapat pula taman meriam.

Pada ruang auditorium terdapat koleksi film pendek terkait sejarah pendirian Akmil Magelang. Ruang pra-AMN menyediakan buku virtual yang berisi sejarah pendirian Akademi Militer oleh para Komandan BKR dari berbagai daerah di Indonesia.

Selain itu, pada ruang pra-AMN terdapat pula tanda penghargaan kepada Jenderal Urip Sumoharjo, teks himne Taruna, diorama peristiwa Palagan Ambarawa. Koleksi yang tersimpan dalam ruang AMN berupa sepasang cetakan koin kasha dengan enam sisi koin berbeda.

Pada ruang AKABRI tersimpan koleksi piring Ming besar dan kendi bulan sabit yang diperkirakan dipesan pada masa Dinasti Ming.  Ruang senjata berisi koleksi berbagai jenis kaliber, dan senjata hasil rampasan saat perang dunia II yang disumbangkan oleh para pejabat TNI AD.  Adapun pada ruang bakti taruna tersimpan foto alumni para berprestasi Akmil.

Pelestarian koleksi-koleksi Museum Abdul Djalil dilakukan dengan mengelola registrasi dan inventarisasi koleksi, memberikan perawatan yang sesuai dengan karakteristik dan material koleksi, dan melakukan preservasi atau tindakan pencegahan terhadap kerusakan koleksi.

Museum Abdul Djalil dapat dikunjungi hari Senin hingga Minggu dengan jadwal sebagai berikut: Senin sampai Kamis pukul 07.30 sampai 13.00, Jumat: pukul 07.30 sampai 10.00, dan Sabtu sampai Minggu Pukul 7.30 sampai 12.00.

 6. Museum Bumiputera
Museum Bumiputera berlokasikan di Jalan Ahmad Yani No 21 Poncol Magelang, Jawa Tengah.
Museum Bumiputera ini diresmikan oleh Wali Kota Magelang Drs. A. Bagus Panuntun, pada 20 Mei 1985.
Museum Bumiputera ini awalnya merupakan kantor pusat AJB Bumiputera.
Museum Bumiputera dibangun dengan gaya khas Jawa Tengah, yakni joglo beratap susun tiga.
Di sini kalian akan menjumpai berbagai koleksi benda bersejarah seperti mesin ketik, mesin hitung, mesin kalkulator, mesin pencetak kuitansi, uang kuno, dan yang lainnya.

Kunjungan ke Museum Bumiputera 1912 dapat dilakukan secara gratis pada hari Senin hingga Jumat mulai pukul 08.00 hingga pukul 16.30.

Pada hari Sabtu dan Minggu, Museum Bumiputera 1912 ditutup.

Itulah 6 Museum di Kota Magelang yang wajib kamu kunjungi.

Dengan mengunjungi museum-museum ini, kamu tidak hanya mendapatkan pengalaman yang menyenangkan, tetapi juga memperluas wawasan tentang sejarah yang ada di Kota Magelang. (mg21/aro)

Editor : H. Arif Riyanto
#Museum Taruna Abdul Djalil #magelang #museum #museum BPK RI #Museum Bumiputera #Museum OHD #Museum Diponegoro #Museum Sudirman Magelang