RADARMAGELANG.ID, Magelang- Ibarat hidup segan, mati tak mau.
Itulah kondisi Pasar Cepit di Kampung Botton, Kelurahan Magelang, Magelang Tengah saat ini.
Pasar yang posisinya terjepit di antara permukiman warga ini sekarang kondisinya sepi pengunjung.
Pasar yang memiliki sejarah cukup unik ini ternyata dulunya adalah lahan pemakaman umum yang telah dipindahkan ke TPU lain.
“Dulu itu (Pasar Cepit) makam yang dipindahkan. Pasar Cepit dulu bukan di sini, tapi di tanah milik pribadi warga. Makanya dipindah ke sini,” jelas Retno, warga asli Kampung Botton yang rumahnya dekat Pasar Cepit.
Pasar Cepit dipindah pada tahun 1980-an.
Sekarang Pasar Cepit sepi pengunjung, karena lahannya tidak luas, dan pedagangnya sedikit.
“Kalo di pasar lama dulu ramai, Mbak. Tapi sekarang setelah dipindah jadi sepi. Kebanyakan pedagangnya wong sepuh dan sudah meninggal,” katanya kepada Jawa Pos Radar Magelang, Rabu (4/9/2024).
Saat ini, tinggal empat pedagang yang masih bertahan.
“Sekarang tinggal dua bakul sayur dan dua penjual makanan. Kalau dulu banyak yang jualan,” ujarnya.
Lurah Magelang Kurniawan Ardy Saputro mengatakan, Pasar Cepit masih memiliki potensi tinggi.
Ke depan akan dipromosikan, sehingga bisa lebih ramai.
Misalnya, digelar festival pangan yang melibatkan kelompok sadar wisata (pokdarwis).
“Rencananya, Pasar Cepit tahun 2024 ini akan direvitalisasi, sehingga bisa lebih memakmurkan masyarakat,”katanya. (mg21/mg25/aro)
Editor : H. Arif Riyanto