Pedagang Selter Badakan Kota Magelang Laris Manis, Pengunjung Minta Layout Pedagang Diubah karena Kurang Rapi
Puput Puspitasari• Jumat, 5 Juli 2024 | 03:51 WIB
Suasana di selter kuliner Taman Badakan Kota Magelang yang ramai pembeli, Kamis (4/7/2024).
RADARMAGELANG.ID, Magelang - Selter kuliner Taman Badakan laris manis di musim liburan sekolah.
Pengunjungnya ramai.
Omzet penjual naik signifikan.
Pedagang menilai, keramaian ini didukung dengan lokasi selter yang strategis berada di Jalan Ade Irma Suryani.
Terlihat jelas dari jalan raya Magelang-Semarang.
Tak heran jika pengunjung yang mampir juga dari luar kota.
Fuad Ngalim, pedagang bakso merasakan kenaikan jumlah pembeli.
Biasanya hanya 150 orang, kini sampai 250 per hari.
Kenaikan ini memengaruhi omzet penjualannya.
Dalam sehari ia mengantongi Rp 3,6 juta.
Tapi tak merinci berapa keuntungannya.
"Karena yang jajan tidak hanya warga Magelang saja. Ada yang dari Jogja dan Salatiga," kata pria 36 tahun itu.
Meski sudah 10 tahunan berjualan bakso, momen liburan seperti ini menang ia tunggu-tunggu.
Pengunjung juga tidak sekadar menikmati kuliner saja.
Mereka sembari bersantai dan menunggui anak-anaknya bermain di taman.
Keramaian pengujung juga dirasakan Mai, penjual lotek.
Perempuan paro baya itu mampu menjual 50 porsi per hari.
"Biasanya cuma 25 porsi saja," ungkapanya.
Dengan bertambahnya pendapatan, Mai bisa pulang dengan sumringah.
Ia balik modal dan lelahnya tergantikan.
Pantauan Jawa Pos Radar Magelang, selter kuliner di Taman Badakan ini letaknya strategis. Menu makanan yang dijual juga ramah di kantong, serta sesuai selera lidah orang Jawa.
Pembeli, Nur Asiyah, 37, yang tengah asyik menyantap pesanannya pun mengaku senang dan nyaman beristirahat di selter Taman Badakan.
"Tempatnya nyaman, asri, dekat jalan raya, jadi bisa langsung mlipir," kata Asiyah.
Namun, berbeda pendapat dengan Asiyah.
Pengunjung lain, Weni, 20, mahasiswi salah satu universitas di Kota Magelang justru menyayangkan penataan pedagang yang terkesan kurang rapi.
"Makanannya sih oke, untuk rasa dan harga ya sesuai. Tapi sayangnya, penataannya masih kurang. Terlihat berantakan," ujarnya.
Ia berharap, pemkot mengubah layout selter pedagang.
Sehingga meja dan kursi terlihat lebih estetis. (put/aro)